Diduga PSK, Dua Wanita Asal Maroko Diamankan Imigrasi

Ilustrasi

Ilustrasi

BOGOR  - Kantor Imigrasi Kelas I Kota Bogor, mengamankan dua wanita asal negara Maroko yang diduga menjadi pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Imigrasi Kota Bogor, Herman Lukman mengatakan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat adanya praktek prostitusi di Desa Pancamarga, Kecamatan Cisarua, Bogor, Kamis 22 September 2016 kemarin.

"Kemarin tim operasi senyap kami berhasil menangkap dua warga negara Maroko, berkat laporan dari masyarakat, ditangkap pukul 22.00 WIB di daerah Cisarua," kata Herman, Jumat (23/9/2016).

Saat penangkapan berlangsung, salah seorang wanita yang juga diduga sebagai PSK asal Maroko berhasil melarikan diri dari kejaran petugas. Mereka ditangkap diduga usai melayani lelaki hidung belang.

"Satu orang kabur setelah kita datang. Mungkin banyak karena sudah mengetahui kedatangan kita jadi cuma dua, satu sempat ngumpet di belakang tembok lewat jendela," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, salah satu wanita tersebut diketahui datang ke Indonesia menggunakan visa turis. Sedangkan satunya lagi tanpa dilengkapi dokumen.

"Mereka datang terakhir ke Indonesia pada 6 6 September 2016, tetapi itu pun bolak-balik dan diperkirakan mereka sudah satu tahun berada di sini," jelasnya.

Kini, kedua wanita Maroko tersebut sudah diamankan di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Bogor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan selanjutnya akan dideportasi ke negara asalnya.

"Mereka menyalahgunakan visa. Saat ini sedang kami proses untuk kita periksa dan nantinya akan kita deportasi ke negara asalnya," tutupnya.

(aky)
breaking news x