Musim Hujan Datang, Status Siaga Darurat Karhutla Riau Segera Dicabut

Ilustrasi

Ilustrasi

PEKANBARU - Sudah sekira 6 bulan Provinsi Riau berstatus siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Panglima Komando Daerah (Pangdam) Militer I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung memberikan sinyalemen akan mencabut status tersebut.

Hal itu disampaikan Pangdam Bukit Barisan di Posko Siaga Penanggulangan Kabut Asap Riau Komplek Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

“Pertimbangan akan dihentikannya status siaga darurat itu diputuskan saat Pangdam bersama Satgas Penanggulangan Asap yang dihadiri dari BPBD, TNI AU,TNI AD, Polri, BMKG berpendapat saat ini Riau sudah memasuki musim hujan," terang Lodewyk, Jumat, (23/9/2016).

Untuk lebih memantapkan status pencabutan status siaga darurat asap, Pangdam Bukit Barisan akan melakukan pertemuan lanjutan dengan pihak BMKG dan Pemprov Riau.

Dengan rencana dicabutnya status siaga darurat itu, berarti aktivitas pemadaman kebakaran hutan yang selama ini dilakukan Satgas Udara melalui helikopter dan pesawat otomatis akan dihentikan.

"Meski nanti dihentikan namun konsep harus tetap dijalankan,"pinta Jenderal bintang dua itu.

Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin mengatakan saat ini Provinsi Riau memasuki musim hujan. Hal ini disebabkan arah angin dari barat yang membawa uap air cenderung ke Riau.

"Puncak musim penghujan di Riau diprediksi terjadi pada bulan Oktober dan Desember," tukasnya.

(ulu)
breaking news x