Banjir di Langkat Belum Surut, 1.504 Hektare Padi Terendam

Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN - Sawah padi seluas 1.504 hektare yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara masih terendam banjir. Banjir melanda wilayah itu karena curah hujan tinggi selama sepekan terakhir.

Enam Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Tanjungpura, Secanggang, Sei Lepan, Babalan, Hinai dan Stabat. “Usia tanaman padi yang terendam binjai diperkirakan 1-100 hari. Sudah sekira lima hari banjir terus melanda Langkat, dan membuat sawah warga terendam,” kata Kordinator Pengamat Organisme Pengganggu Hama Tanaman Dinas Pertanian Langkat Miswandi di Stabat, Jumat (23/9/2016).

Untuk Kecamatan Sei Lepan ada seluas 80 hektare persawahan tanaman padi terendam banjir. Padi yang terendam berusia 90 sampai 100 hari. Di Kecamatan Babalan seluas 65 hektare dengan usia tanaman antara 20-80 hari.

Sementara di Kecamatan Hinai, sawah yang terendam luasnya mencapai 506 hektare dengan usia tanaman padi tujuh sampai 30 hari. "Ada juga di Kecamatan Stabat seluas 30 hektare, umurnya antara 30 sampai 45 hari," tambahnya.

Lalu di Kecamatan Stabat seluas 30 hektare, kemudian di Kecamatan Tanjungpura seluas 503 hektare. Selanjutnya di Kecamatan Secanggang seluas 320 hektare dengan usia tanam 20-60 hari. "Ada juga tanaman jagung di Kecamatan Padang Tualang seluas 13 hektare," pungkas Miswandi.

(ris)
breaking news x