Perabot Rumah Terbakar Sendiri, Warga Wonosari Geger

Pakaian yang terbakar sendiri (Markus Yuwono/Sindo Radio)

Pakaian yang terbakar sendiri (Markus Yuwono/Sindo Radio)

YOGYAKARTA - Kejadian aneh dan misterius terjadi di rumah pasagan Fahrudin dan Vibi, di Dusun Karangduwet II, Desa Karangrejek, Wonosari, Yogyakarta. Tiga hari terakhir, sejumlah perabotan rumahnya terbakar secara misterius.

Kejadian terbakarnya sejumlah perabotan rumah, mulai dari gorden hingga pakaian secara misterius tanpa ada sumber api ini membuat heboh warga sekitar. Kejadian ini mirip dengan apa yang terjadi pada keluarga Ladino dan Tugiyah, warga Kwangen Lor, Desa Pacarejo Semanu, pada bulan September lalu.

Anggota keluarga, Priyati mengatakan, akibat kejadian ini, adik kandungnya bahkan harus mendapatkan perawatan dari ahli spiritual. "Adik saya belum bisa diganggu karena sedang ditangani (spiritual)," katanya, saat ditemui Okezone, Jumat (23/9/2016).

Selama ini, rumah tersebut dihuni Vivi dan tiga orang anaknya, karena Fahrudin bekerja di bidang pelayaran. Kejadian aneh terjadi sejak Rabu 21 September 2016, lalu saat gorden yang berada di dekat pintu masuk terbakar. "Awalnya tidak curiga dengan kejadian itu," imbuhnya.

Namun, pada Kamis 22 September 2016, kejadian terbakarnya perabot rumah kembali terjadi, kali ini membakar kasur, serta beberapa barang yang ada di dalam rumah. Sejak itu, muncul kecurigaan yang mengarah pada kejadian mistis lainnya. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, keluarga kemudian memanggil ahli spiritual.

"Malamnya itu adem ayem (tentram), tidak ada yang terbakar, tetapi hari ini muncul kembali," sesalnya.

Wahadi, tokoh setempat menambahkan, hari ini kejadian tersebut kembali terjadi sebanyak tiga kali. Kejadian pertama terjadi usai salat subuh, sarung yang digunakan anak pertamanya terbakar. Setelah itu, seragam pramuka yang disiapkan untuk sekolah terbakar sekira pukul 06.30 WIB. Lalu pakaian yang dititipkan pun ikut terbakar. Akibat kejadian mistis ini, pemilik rumah dan warga sekitarnya menjadi resah.

“Berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini telah dilakukan, mendatangkan orang pintar sudah dilakukan. Namun belum banyak hasil. Rencananya, warga juga akan menggelar pengajian. Untuk beberapa hari ini, secara giliran warga menjaga rumah korban selama 24 jam. Kalau pagi sampai sore, ibu-ibu. Kalau malam, giliran bapak-bapak yang berkumpul menjaga rumah ini,” tuturnya.

(fds)
breaking news x