1.600 Personel Fokus Cari 23 Korban Hilang Banjir Bandang di Garut

Warga mengangkut barang dari rumah yang terkena banjir bandang di aliran Sungai Ciamanuk, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat (Wahyu/Antara)

Warga mengangkut barang dari rumah yang terkena banjir bandang di aliran Sungai Ciamanuk, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat (Wahyu/Antara)

JAKARTA – Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Banjir Bandang Garut, Jawa Barat, terus mencari para korban yang hilang dalam amukan air bah pada Senin 19 September 2016. Jumlah korban hilang hingga kini tercatat 23 orang.

Sekira 1.600 personel gabungan melakukan pencarian di 15 titik dalam tujuh kecamatan.

Komandan Posko, Letnan Kolonel Arm Setyo Hani Susanto mengatakan, titik berat pencarian pada empat lokasi. Sebelumnya pada Kamis 20 September, pencarian terfokus pada tiga lokasi yaitu Lapangan Pari, Sektor Cimacan, dan Jatigede Sumedang.

“Hari ini, posko akan melanjutkan pencarian dengan fokus pada 4 titik, yaitu Lapangan Paris di Desa Sukakarya, Cimacan, Pamingi, dan Sukamantri,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/9/2016).

Personel gabungan tersebut berasal dari BPBD Garut, Basarnas, Tagana, PMI, TNI, Polri, relawan, masyarakat dan dinas-dinas terkait. Upaya pencarian akan dibantu dengan penggunaan helikopter untuk pencarian sepanjang Sungai Cimanuk.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain 23 orang hilang, ada 32 orang mengalami luka-luka, berikutnya jumlah warga mengungsi 433 orang.

“Sedangkan data kerusakan rumah sebagai berikut rumah rusak berat 154 unit, rusak sedang 19, rusak ringan 33, terendam 398, dan hanyut 347,” ujarnya.  Terkait dengan korban meninggal, posko menginformasikan bahwa ahli waris korban yang telah diidentifikasi dan diakui untuk diberikan santuan secara kolektif, dan selebihnya diidentifikasi terlebih dahulu.

 

(sal)
breaking news x