Oknum Guru di Jambi Cabuli 9 Siswa Berkebutuhan Khusus

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Seorang guru berinisial S (34) diduga telah melakukan pelecehan seksual, yaitu sodomi kepada sembilan siswanya yang berkebutuhan khusus di Boording School Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi. Aksi tersebut dilaporkan oleh lima guru lainnya kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan tersebut, korban terdiri atas MR (15), A(12), B (12), FY (17), K (21), AS (22), DH (20), dan RDM (21). Kuat dugaan, korban disodomi pelaku berulang-ulang.

Selain melakukan pelecehan seksual, oknum guru tersebut diduga juga telah meracuni anak-anak menonton film orang dewasa sehingga anak terdorong untuk melakukan kekerasan seksual dan ikhlas disodomi. Dugaan itu diperkuat dengan alat bukti adanya saksi, hasil visum dokter, dan hasil pemeriksaan psikologi terhadap anak, yang membuktikan terdapat kerusakan fisik dan mental korban.

Pelaku terbukti melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 pasal 80 dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun enam bulan.

Lima guru tersebut juga melakukan pengaduan kepada Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Hal tersebut dilakukan lantaran guru-guru pelapor tersebut justru dikucilkan oleh warga sekolah. Mereka dianggap telah melakukan perbuatan melanggar hukum dalam bentuk mencemarkan nama baik sekolah, apalagi ditambah dengan pengaruh kuatnya peran kepala sekolah.

Menanggapi pengaduan tersebut, FSGI berdasarkan informasi yang diterima Okezone, Jumat (23/9/2016) akan membawa kasus ini kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pasalnya, penilaian publik terhadap guru pelapor bukanlah merupakan pencemaran nama baik, tapi justru dianggap sebagai pahlawan.

FSGI dijadwalkan akan mendatangi KPAI siang ini untuk melapor dan mengusulkan kepada KPAI segera turun tangan menerbitkan surat yang ditujukan kepada Gubernur Jambi, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi yang berisi imbauan selamatkan guru beserta seluruh warga sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar di SDLB yang dimaksud kembali normal dan kondusif.

(sus)
breaking news x