Solusi Kemdikbud agar Korban Banjir Garut Tetap Sekolah

Banjir bandang di Garut (Foto: MNC Media)

Banjir bandang di Garut (Foto: MNC Media)

JAKARTA - Akibat banjir bandang yang terjadi di Garut, sejumlah fasilitas umum pun lumpuh, termasuk kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah. Terdapat tiga sekolah yang terkena dampak banjir bandang di antaranya Sekolah Luar Biasa C YKB Kecamanatan Tarogong Kidul, SD Islam Terpadu (IT) Muhammadiyah Tarogong Kidul, dan SMP PGRI Kabupaten Garut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy ingin agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan.

“Pokoknya saya ingin ini segera diatasi, anak-anak harus segera kembali sekolah,” ungkapnya seperti dalam keteragan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (23/9/2016).

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad menjelaskan, terhadap kasus darurat itu terdapat dua tahapan yang bisa diberlakukan. Pertama, menekankan agar para siswa bisa tetap belajar dengan cara memberikan berbagai kebutuhan sekolah seperti baju seragam, sepatu, sampai buku tulis.

"Kami targetkan itu dua minggu untuk tanggap darurat karena kami perlu mendata rinci kebutuhan para siswa, agar diberikan baju atau sepatu, kebutuhan siswa sesuai dengan yang dibutuhkan atau sesuai ukuran,” ujarnya.

Sedangkan untuk tahap kedua yakni dilakukan pengecekan terhadap kebutuhan di lapangan. "Kami kirim tim dari pusat supaya bisa mendata kebutuhan belajar mengajar yang diperlukan, tidak bisa langsung kita kirimkan uang langsung ke seluruh sekolah tadi, supaya tepat sasaran bantuannya,” imbuhnya.

Di sela kunjungan yang dilakukan, Mendikbud memberikan 25 set perlengkapan sekolah, makanan siap saji. "Ini kami titip untuk anak-anak dan guru yang tadi kena bencana, namanya darurat, nanti kita kirim tim untuk menangani kebutuhan kegiatan belajar dan mengajarnya,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Dalam proses penanganan ini, Mendikbud menargetkan waktu selama satu minggu. Sehingga sekolah-sekolah bisa dibersihkan dari lumpur.

“Itu kami targetkan seminggu supaya sekolah bisa bersih dari lumpur-lumpur,” tambahnya.

(sus)
breaking news x