Pencabulan 9 Siswa Berkebutuhan Khusus, FSGI Akan Lapor ke KPAI

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) akan mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait adanya tekanan psikis yang dialami oleh lima guru pelapor kasus pencabulan di Boarding School Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Muaro, Jambi.

Sekjen FSGI, Rerno Listyarti, mengatakan hal itu dilakukan agar para peserta didik terlindungi dari kebejatan pelaku. Selain itu FSGI juga berupaya mengadvokasi para guru pelapor supaya dapat menjalankan perannya sebagai pendidik secara normal.

"Hari ini jam 2 siang yang ke KPAI hanya FSGI karena para pelapor tidak bisa ke Jakarta. Pelaku sendiri merupakan guru bahasa Inggris berstatus guru honorer. Kalau pelapor itu guru PNS," imbuh Retno saat dihubungi Okezone, Jumat (23/9/2016).

Sebelumnya diberitakan, seorang guru berinisial S (34) diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada sembilan siswanya yang berkebutuhan khusus di Boording School Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi. Aksi tersebut dilaporkan oleh lima guru lainnya kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan tersebut, korban terdiri atas MR (15), A(12), B (12), FY (17), K (21), AS (22), DH (20), dan RDM (21). Kuat dugaan, korban disodomi pelaku berulang-ulang.

Selain melakukan pelecehan seksual, oknum guru tersebut diduga juga telah meracuni anak-anak menonton film orang dewasa sehingga anak terdorong untuk melakukan kekerasan seksual dan ikhlas disodomi. Dugaan itu diperkuat dengan alat bukti adanya saksi, hasil visum dokter, dan hasil pemeriksaan psikologi terhadap anak, yang membuktikan terdapat kerusakan fisik dan mental korban. 

(sus)
breaking news x