Mahasiswa Fesyen Australia Belajar Membatik di Yogyakarta

Foto: Dok. UNY

Foto: Dok. UNY

JAKARTA - Batik yang diakui PBB sebagai warisan budaya asli Indonesia mulai mendunia. Hal ini ditandai dengan banyaknya mahasiswa asing yang antusias belajar membatik. Bahkan, belasan mahasiswa Textile and Fashion Kangan Institute Australia sengaja berguru ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk menambah pengetahuan tentang teknik desain batik.

Para mahasiswa tersebut belajar batik mulai dari jenis, corak, sejarah dan hingga proses membatik. Senior Educator Kangan Institute, Megan Kirkham, yang mendampingi para mahasiswa menuturkan, program yang bekerjasama dengan Fakultas Teknik (FT) UNY ini akan berlangsung selama dua minggu.

"Saat ini batik kian populer di fesyen tingkat dunia. Kami ingin belajar tentang kekayaan bahan lokal Indonesia serta berkolaborasi dengan mahasiswa Busana FT UNY guna menghasilkan desain koleksi busana berbahan batik untuk pasar internasional," ujar Megan disitat dari laman UNY, Jumat (23/9/2016).

Dia mengungkapkan, bahan dasar batik dengan sentuhan gaya fesyen Australia akan menjadi perpaduan yang menarik. Kepopuleran batik juga ditandai adanya corak spesifik dan unik di setiap daerah, sesuai dengan budayanya.

"Tentu kolaborasi ini juga menjadi salah satu bentuk pelestarian batik di mana maraknya teknik printing dalam industri tekstil telah mengurangi kaidah-kaidah dalam seni membatik," imbuh Wakil Dekan I FT UNY, Moh Khoirudin, PhD.

Khoirudin menjelaskan, program ini bukan sekedar mengajarkan proses membatik, tetapi juga filosofi yang terkandung dalam corak batik tersebut. Selama program, peserta akan diajak ke sanggar batik di Yogyakarta dan mengunjungi Museum Batik. (afr)

(sus)
breaking news x