Oknum Guru Cabuli Siswa SLB, Ini Tanggapan KPAI

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melaporkan tindakan pencabulan siswa oleh oknum guru di Boarding School SLB Negeri Muaro Jambi, Kabupaten Jambi kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Meski oknum guru sudah ditahan, FSGI menilai perlu ada langkah dari KPAI untuk mencegah tindakan serupa sekaligus melindungi lima guru yang melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"KPAI akan berkomunikasi kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus, apalagi ini pelakunya guru," ujar Wakil Ketua KPAI, Susanto di Gedung KPAI, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Susanto menyebut, seharusnya para guru merupakan pelaku perlindungan anak. Oleh sebab itu, KPAI juga akan menyurati Dinas Pendididikan setempat untuk memastikan kasus seperti ini tidak terulang di masa depan.

"Surat ini untuk memastikan tidak ada kasus yang sama atau kasus yang berpotensi seperti ini lagi," sebutnya.

Di samping itu, lanjut dia, pemerintah daerah (Pemda) juga seharusnya ikut turun tangan menangani masalah ini. Pemda bertanggung jawab supaya tidak muncul korban baru.

"Upaya yang kami lakukan harus secara utuh. Sedangkan proses hukum akan terus berjalan dan didorong. Akan dilihat beberapa hal, misalnya apakah ada beda keterangan atau tidak dari korban dan kepala sekolah. Juga termasuk materi laporan sesuai atau tidak. Mengingat informasinya kasus ini belum sampai putusan pengadilan," paparnya.

Sedangkan Sekjen FSGI, Retno Listyarti sendiri menyerahkan proses selanjutnya kepada KPAI. Retno juga menegaskan akan mendampingi kasus ini supaya baik siswa maupun guru pelapor tidak mendapat intimidasi atau diskriminasi.

"Korban saat ini masih di boarding school. Sedangkan lima guru pelapor secara psikologis tak nyaman. Kami ingin KPAI agar berkomunikasi ke sana," tandas Retno.

(sus)
breaking news x