Siswa SLB Dicabuli Tanda Sekolah Belum Jadi Tempat Aman Anak

Foto: Shutterstock

Foto: Shutterstock

JAKARTA - Guru sekaligus Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti menilai, banyaknya kasus kekerasan di sekolah, bahkan sampai tindakan pelecehan seksual menandakan bahwa sekolah belum menjadi tempat aman bagi siswa.

"Kasus di Jambi di mana ada oknum guru yang bukan sekadar pelecehan seksual tetapi pencabulan kepada siswanya menunjukkan sekolah belum menjadi tempat yang aman," ujarnya ditemui di Gedung KPAI, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Retno mengungkapkan, kasus tersebut terjadi di boarding school atau sekolah berbasis asrama. Sedangkan menurut cerita dari beberapa rekannya, kekerasan fisik, seperti senioritas juga bisa terjadi di pesantren.

"Beberapa ada yang cerita di pesantren juga ada. Kan kekerasan banyak, bisa fisik dan psikis juga. Apalagi di sekolah model itu junior dan senior tinggal bersama. Kalau minim pengawasannya, bisa saja yang senior ini mendominasi," terangnya.

Rentannya siswa mendapat kekerasan di lingkungan sekolah, tutur Retno, seharusnya bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk menerapkan full day school. Sebab, alih-alih mendapat pendidikan karakter, bertambahnya waktu siswa di sekolah mampu memicu semakin tingginya kekerasan.

"Full day school kemudian diubah namanya menjadi penguatan pendidikan karakter. Tetapi kemarin di pertemuan guru itu banyak juga yang keberatan. Karena pendidikan karakter bukan dilakukan dengan menambah jam atau kurikulum," jelasnya.

Bagi Retno, pendidikan karakter itu merupakan pembiasaan di tiga ranah, yakni di rumah oleh keluarga, di sekolah oleh guru, dan di komunitas bersama masyarakat. Para guru dalam hal ini dapat menumbuhkan karakter berani di kelas, misalnya dengan memberanikan siswa berpendapat.

"Sekarang belum siap karena gurunya saja jarang disentuh pelatihan. Karena melatih guru itu butuh kesabaran, yang diubah juga mindset. Seperti memberi nilai nol itu kan pemahaman yang keliru karena mereka hanya berpegang pada metode terus," pungkasnya.

(sus)
breaking news x