Barack Obama Siap Veto Undang-Undang Tragedi 9/11

Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama siap memveto undang-undang (UU) yang memungkinkan keluarga korban tragedi 11 September 2001 (9/11) untuk menuntut Arab Saudi. Langkah pria kelahiran Hawaii itu bisa saja memicu veto balasan dari Kongres.

UU Keadilan Terhadap Pendukung Terorisme itu disahkan oleh Kongres pada 10 September 2016, satu hari jelang peringatan 15 tahun tragedi 9/11. Disebutkan, para pembajak empat unit pesawat tersebut didukung oleh pemerintah Arab Saudi.

Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (24/9/2016), Obama memveto UU tersebut karena bisa dipakai oleh negara lain untuk menggugat diplomat, tentara, atau perusahaan AS di luar negeri. Presiden ke-44 AS itu memiliki kesempatan untuk memveto hingga Jumat 23 September tengah malam waktu setempat.

Namun, Kongres masih bisa mengeblok hak veto Obama. Jika dua pertiga legislator di Senat dan DPR memilih untuk membalikkan veto pria berusia pria 55 tahun itu, maka UU akan tetap berlaku.

Saat masih berupa RUU, Arab Saudi melalui Menteri Luar Negeri Adel al Jubeir mengancam akan menjual aset AS bernilai miliaran dolar jika disahkan. Obama bahkan sudah berusaha memveto sejak masih berupa RUU beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, tragedi 9/11 menewaskan hampir 3.000 orang. Beberapa bulan setelah tragedi 9/11, AS melancarkan invasi ke Afghanistan untuk memburu pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden yang dianggap bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Pria berdarah Arab Saudi itu akhirnya tewas di tempat persembunyiannya di Pakistan pada 2011.

(war)
breaking news x