Image

Kuartet Timur Tengah Kecam Pendudukan Israel atas Palestina

Kuartet Timur Tengah mengecam pendudukan Israel atas Palestina (Foto: Andrew Kelly/Reuters)

Kuartet Timur Tengah mengecam pendudukan Israel atas Palestina (Foto: Andrew Kelly/Reuters)

NEW YORK – Kuartet mediator Timur Tengah mengecam keras pendudukan Israel atas wilayah Palestina yang terus-menerus berlangsung. Mereka menilai tindakan itu sangat berbahaya bagi tercapainya two-state solution atas konflik antara kedua negara.

Perjanjian damai keduanya yang disponsori Amerika Serikat (AS) pada 2014 batal. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan saling menyerang dalam pidato di hadapan peserta Sidang Tahunan Majelis Umum PBB di New York, AS.

“Kuartet Timur Tengah menentang dengan keras pendudukan yang tengah berlangsung sebagai rintangan mencapai perdamaian. Kami prihatin percepatan pembangunan serta perluasan permukiman dapat terus mengikis kelangsungan two-state solution,” bunyi pernyataan kuartet tersebut, seperti dimuat Reuters, Sabtu (24/9/2016).

Kuartet tersebut terdiri dari AS, PBB, Uni Eropa, dan Rusia. Keempatnya masing-masing diwakili Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Menteri Luar Negeri UE Federica Mogherini, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Sejumlah negara berusaha kembali menghidupkan pembicaraan damai antara kedua negara. Tercatat, Prancis dan Mesir menyatakan dukungannya terhadap pembicaraan damai. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault berharap kedua pihak yang bertikai kembali ke meja perundingan sebelum 2016 berakhir.

Rusia melalui Presiden Vladimir Putin menyatakan kesediaan mereka sebagai mediator antara Israel dan Palestina. Sayangnya, belum diketahui lokasi dan tanggal pasti pembicaraan antara kedua negara akan berlangsung.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x