Aksi Unik Jamaah Haji, Sembunyikan Barang di CD hingga Hamil Dadakan

Jamaah haji asal Indonesia saat di Mina, Arab Saudi (M Saifulloh/Okezone)

Jamaah haji asal Indonesia saat di Mina, Arab Saudi (M Saifulloh/Okezone)

JEDDAH - Tahapan pemulangan jamaah haji gelombang pertama telah dimulai sejak 17 September 2016. Hingga kini tercatat 48.492 jamaah haji telah kembali ke Tanah Air. Proses pemulangan mereka dari Tanah Suci melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah diwarnai beragam cerita unik dan terkadang mengenaskan terkait dengan aturan barang bawaan.

Ya, selain dilarang membawa air zam-zam, jamaah haji juga dilarang membawa barang di luar kapasitas yang diperbolehkan, yakni untuk kopor besar maksimal 32 kilogram, sementara untuk tas tenteng maksimal 7 kilogram.

Sejak 17 September lalu, terungkap sejumlah temuan menggelikan hingga bikin iba. Tilik saja aksi salah seorang jamaah yang memasukkan tefelon ke dalam bra. Lantaran berbahan logam, keberadaan tefelon pun terdeteksi di bandara.

"Yang bersangkutan pun akhirnya minta maaf kepada kami," ujar Kadaker Bandara Nurul Badruttmam di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, kemarin.

Bahkan ada jamaah yang menaruh barang bawaan di celana dalam (CD). Akibatnya, dia tertahan selama hampir 4 jam di bandara. "Kemarin ada ibu-ibu dari Banda Aceh. Masuk sudah di gate, nunggu empat jam lantaran dia ngumpetin barang di daleman (celana dalam)," ungkap perwakilan Garuda Indonesia Budi Sutiono saat rapat evaluasi pemulangan jamaah haji di Bandara Jeddah.

Aksi lainnya, banyak ibu-ibu yang berdandan mirip orang hamil karena di bagian perutnya diisi dengan baju-baju yang telah dibeli. Di antaranya menyiasati dengan cara memakai pakaian berlapis. Seperti yang dilakukan Fitri dan suaminya, pada Sabtu 17 September.

Saking ingin bawa barang banyak tapi lolos dari penimbangan, pasangan suami istri tersebut menaruh baju-baju yang dibelinya di perut. Caranya, baju-baju itu ditempelkan di perut lalu ditutupi dengan pakaian longgar. Walhasil pasangan suami istri yang tergabung dalam Kloter 02 JKG tersebut tampak seperti orang hamil. Saat ditanya, Fitri cuma senyum-senyum saja. "Ibu bukan hamil, tapi isinya baju," ucap Fitri.

Sementara suami Fitri tampak diam saja. Pria yang sebenarnya tidak terlalu tambun tersebut tampak membesar di bagian perutnya dan tampak pula seperti orang hami. Tapi pria yang memiliki 6 orang anak itu tampak cuek jadi pusat perhatian.

Sementara untuk barang-barang bawaan di luar pakaian, biasanya para jamaah menyiasati dengan menaruhnya di dalam plastik lalu dikalungkan di leher dan ditutupi jilbab besar hingga tak kelihatan dari luar. Biasanya barang-barang tersebut berupa mainan anak-anak seperti boneka barbie atau unta. Seperti aksi seorang nenek yang bikin iba.

Dia mengikat gelas dan sebuah barang dari bahan plastik di kerudung bagian belakang, lalu ditutup dengan mukenah sehingga tak terlihat dari luar. Tapi tetap saja kelihatan menonjol, sehingga ketahuan petugas.

Tak jarang terjadi perdebatan sengit antara jamaah haji dan petugas dari maskapai Garuda Indonesia atau Saudi Arabia Airlines perihal barang bawaan. Karena dilarang, akhirnya banyak jamaah yang meninggalkan begitu saja barang bawaannya di ruang tunggu masuk bandara. Seperti piring, gelas, baju rice cooker, karpet, kurma, serta mainan-mainan anak.

Beragamnya aksi para jamaah membuat para petugas haji dan maskapai harus ekstra sabar. "Kita juga harus pandai-panda memberi tahu mereka, dengan mengetahui asal daerah masing-masing, karena mereka beda karakter. Penyampaiannya juga harus beda," pesan Kadaker Bandara Nurul Badruttamam.

(sal)
Live Streaming
Logo
breaking news x