Ditahan 5 Hari, Jenazah Jamaah Haji Indonesia Akhirnya Dimakamkan

Pemakaman jamaah haji Indonesia di Makkah Almarhumah Armi (Foto: Saifullah/Okezone)

Pemakaman jamaah haji Indonesia di Makkah Almarhumah Armi (Foto: Saifullah/Okezone)

MAKKAH - Jenazah jamaah haji asal Indonesia yang ditolak RS Amir Fawwaz Al Safeer Hospital, Jeddah akhirnya dimakamkan setelah lima hari kematiannya.

"Almarhumah Armi binti Markidi asal kloter MES 08 baru bisa dimakamkan kemarin pagi 23 September 2016 setelah wafat 18 September, akibat penolakan pihak RS yang tidak dapat memberikan keterangan apapun terkait jamaah," terang Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyati Bashori, Sabtu (24/09/2016).

Penolakan tersebut terjadi karena pihak tim kesehatan Indonesia tidak dapat menghadirkan keterangan wafat dari aparat berwenang. Apalagi sebenarnya rombongan jamaah haji tidak diperkenankan keluar dari kota Makkah selama masa haji. Namun, kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang menaungi almarhum Armi mengajak rombongan berwisata ke Jeddah.

Takdir berkata lain, almarhumah Armi mengalami serangan jantung dan meninggal di Jeddah. Pengurus KBIH Al-Hilal, tempat almarhum bernaung pun membawanya ke RS swasta tersebut dan baru melapor ke petugas haji setelah mendapat kendala pengurusan jenazah.

"Ini penting karena menambah deret 'dosa' KBIH yang dengan bebas mengajak jamaah jalan-jalan tanpa mau bertanggungjawab jika ada masalah seperti ini," ujar Dumyati.

Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. Eka Yusuf Sinka mengakui, cukup rumit mengurus administrasi kasus Amri. Staf Kemenkes, ujarnya, harus dua kali menuju RS Amir Fawwaz di Jeddah. Mereka membuat kronologis kematian serta riwayat wafat jamaah haji.

"Diperlukan juga surat dari kantor urusan haji (KUH) Arab Saudi kepada pihak kepolisian karena jenazah berada di RS swasta. Untuk dikirim ke RS pemerintah jika ada surat dari KUH disertai surat keterangan kematian dari dokter kloter," ujar dr. Eka.

(ulu)
Live Streaming
Logo
breaking news x