Di Kabupaten Sidrap, Antrean Berangkat Haji hingga 41 Tahun

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA - Umat Islam Indonesia harus bersabar untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Mereka harus menunggu paling cepat sembilan tahun untuk bisa beribadah haji.

Khusus bagi warga Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, harus rela menunggu selama 41 tahun.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memaparkan hal tersebut saat rapat evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2016 di depan pimpinan DPR RI dan instansi lainnya.

"Waktu tunggu ini bervariasi, paling cepat antrean ada di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Sanggau yakni sembilan tahun, dan paling lama ada di Kabupaten Sidrap," kata Lukman di ruang rapat pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2016).

Ia mengatakan, kuota haji Indonesia saat ini hanya mencapai 168.000 orang. Jumlahnya menurun sebanyak 20 persen dibandingkan pada 2013 yakni 211.000 orang. Penurunan lantaran adanya renovasi Masjidil Haram pada 2013 hingga sekarang.

Turunnya jumlah kuota inilah yang membuat antrean untuk bisa berhaji bagi umat Islam Indonesia mengular hingga puluhan tahun.

"Di Sidrap 41 tahun. Kenapa? Karena animo masyarakat besar di sana untuk berniat ibadah haji," kata Lukman.

Pemerintah, menurut Lukman, terus mengupayakan penambahan kuota kepada Pemerintah Arab Saudi. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mengandalkan upaya lain seperti pembatasan usia bagi pendaftar haji yakni minimal 12 tahun.

Selain itu masyarakat yang pernah naik haji dalam kurun 10 tahun terakhir juga dilarang mendaftar lagi. Pemerintah juga meminta bank penerima Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPH) melarang memberikan fasilitas kredit untuk mendaftar haji.

"Serta, memprioritaskan bagi jamaah haji yang berstatus belum haji melakukan pelunasan BPIH, bagi jamaah yang sudah bersatus haji diberikan kesempatan bila ada sisa kuota," tandasnya.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x