Misi Haji Indonesia Evaluasi Kinerja Muassasah Asia Tenggara

(Dok Okezone, Foto: Mohammad Saifulloh)

(Dok Okezone, Foto: Mohammad Saifulloh)

MAKKAH – Usai pelaksanaan puncak haji pada medio September, Misi Haji Indonesia mengevaluasi kinerja muassasah Asia Tenggara, selaku pihak penyedia layanan.

Dari hasil pengawasan di lapangan, Misi Haji Indonesia menemukan beberapa catatan yang langsung disampaikan untuk perbaikan di masa mendatang.

"Jadi, pada malam hari ini kita melakukan rapat evaluasi khusus untuk pelayanan Arafah Mina yang dilakukan pihak muassasah. Ini seperti evaluasi awal," ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Sri Ilham Lubis di kantor Muassasah Asia Tenggara di Makkah, Senin (26/9/2016) malam.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Kadaker Makkah Arsyad Hidayat, Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyati Bashori, Wakil Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Jauhari, Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Chalid, dan Wakil Ketua Muassasah Asia Tenggara Dr Yusuf Jaham.

Catatan pertama yang disampaikan misi haji Indonesia adalah ihwal tenda jamaah haji di Arafah.

"Kita minta tenda di Arafah bisa ditingkatan lagi karena ada beberapa tenda yang tidak ada penutupnya. Kita minta tahun depan supaya ditingkatkan. Kerangkanya juga agar lebih kokoh lagi sehingga kalau ada angin kencang itu tidak cepat roboh," ujar Sri.

Catatan kedua, ia melanjutkan, adalah masalah pasokan listrik di Arafah yang kurang memadai serta akses pengecekan instalasi listrik yang terlalu mepet dengan waktu wukuf.

Meski tidak lama, kasus padamnya listrik di Arafah saat wukuf menjadi perhatian serius dalam pertemuan ini. Itu karena dampaknya ke jamaah sangat memberatkan, terutama untuk alat penerangan dan pendingin udara.

"Di beberapa maktab ada yang listriknya kurang memadai sehingga penerangan menjadi lemah, mati lampu. Kita minta supaya ini diantisipasi. Tahun depan agar mereka menambah daya listrik penerangan. Kita bisa mengecek kesiapannya lebih awal. Minimal H-3 sebelum Arafah kita sudah bisa melakukan uji coba," ulasnya.

Untuk fasilitas di Muzdalifah, Sri mencatat sudah ada perbaikan. Bahkan, baru tahun ini jamaah disediakan alas untuk beristirahat berupa karpet merah. Walaupun tidak seluruhnya, sebagian besar jamaah haji mendapatkan fasilitas karpet.

Selanjutnya, untuk fasilitas di Mina, terdapat beberapa hal yang bersifat mendesak. Fasilitas itu di antaranya ketersediaan toilet yang kurang memadai. Dalam kaitan ini, pihak muassasah mengakui hal tersebut, namun belum bisa memberikan solusi dengan dalih keterbatasan lahan.

"Yang kita minta agar tidak menghambat antrean jamaah, ada beberapa kamar mandi yang kuncinya rusak. Kita minta agar mereka mengecek untuk memastikan kelengkapan kamar mandi agar bisa digunakan dengan baik oleh jamaah," Sri mengingatkan.

Hal lain yang tak kalah penting di Mina adalah kebutuhan kursi roda untuk jamaah haji melempar jumrah.

"Kita minta supaya ada pengaturan dan harga yang terstandarkan sehingga jamaah yang membutuhkan kursi roda, pihak maktab dan muasasah bisa menyediakan dengan harga yang terstandar juga," tegasnya.

Terlepas dari masih adanya layanan yang kurang memuaskan di atas, Sri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak muassasah. Itu lantaran pada tahun ini pihak muassasah telah banyak melakukan peningkatan pelayanan.

Dia mencontohkan, pemberian tenda tambahan untuk posko petugas haji dan layanan kesehatan di Arafah. Kemudian penyediaan waterfan di tenda jamaah, pengadaan karpet di Muzdalifah, juga kondisi kebersihan tenda dan toilet.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada pihak muassasah. Ini berkat kerja sama yang baik antara misi haji Indonesi dengan muassasah," ucap Sri.

Sementara itu, Wakil Ketua Muassasah Asia Tenggara, Dr Yusuf Jaham, dalam kesempatan ini menyampaikan selamat atas suksesnya penyelenggaraan haji tahun ini. Tentu, kata dia, ini semua tak lepas dari bimbingan dan arahan Raja Salman Khadimul Haramain asy Syarifain.

Dia menyadari dalam pelaksanaan penyelenggaraan haji masih terdapat sejumlah kendala dan permasalahan di lapangan. Dia pun berjanji ke depan akan mencari solusinya.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada misi haji Indonesia yang telah menyampaikan beberapa catatannya. Kami akan follow up catatan ini. Kami akan perbaiki dan insya Allah permasalahan ini tidak akan terjadi atau terulang kembali," tuturnya.

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x