Image

Dini Hari, Masjid Nabawi Mirip Pasar

Suasana jelang salat subuh Masjid Nabawi yang ramai oleh jamaah. (Foto: Mohammad Saifulloh/Okezone)

Suasana jelang salat subuh Masjid Nabawi yang ramai oleh jamaah. (Foto: Mohammad Saifulloh/Okezone)

MADINAH – Alunan suci Alquran terdengar samar-samar bersahutan dari bibir para jamaah haji yang duduk rapi menunggu waktu salat subuh. Masih lama memang, jarum jam baru menunjukkan angka 03.00 waktu Arab Saudi (WAS), sedangkan subuh sekira pukul 04.58 WAS. Namun, tidak berarti masjid tempat terdapat makam Rasulullah ini sepi dari manusia.

Ribuan manusia telah terjaga dari tidurnya berlomba-lomba mencari rida Allah dengan cara salat malam, iktikaf, membaca Alquran, serta berzikir sepanjang malam.

Antrean manusia bahkan tampak berjubel di belakang Raudhah yang berkarpet hijau. Mereka menunggu giliran. Sementara sisanya yang berada di atas karpet hijau khusyuk dalam doa.

Ya, tempat di antara mimbar dan rumah Rasulullah ini adalah 'taman-taman surga'. Doa-doa yang dilangitkan akan dikabulkan Allah Swt. Tempat ini ditandai dengan karpet hijau, sedangkan bagian lain dari Masjid Nabawi berkarpet merah.

Waktu terus berjalan mendekati azan pertama salat subuh sekira pukul 3.48 WAS. Gelombang manusia yang berebut salat di Raudhoh serta saf depan pun semakin tak terputus. Tak jarang mereka harus berdebat dengan jamaah lain yang merasa terganggu karena dilangkahi saat salat, mengaji, atau berzikir.

Para askar pun tak kalah sibuknya mengarahkan para jamaah. Segala upaya dikerahkan agar jamaah tertib sehingga bisa beribadah dengan khusyuk. Tapi, tak mudah memang mengatur ribuan manusia yang berebut keafdalan. Perdebatan acap kali terjadi. Sejumlah jamaah memaksa merengsek ke saf depan, meski sudah tak ada tempat kosong. Celah jalanan pun coba diduduki, tapi tentu para askar tak tinggal diam dan langsung mengusir mereka. "La fi thariq. Ma fi ya haj (jangan di jalan, sudah tidak ada tempat ya haj)."

Suasana kembali hening usai rombongan-rombongan yang memaksa masuk ke saf depan berhasil diarahkan ke tempat lain. Kini, para jamaah kembali larut dalam doa. Sayup suara salawat kepada Rasulullah terus mengalir diiringi suara batuk tak henti-henti dari segala penjuru masjid. "Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad."

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x