Image

Pusara Tanpa Nama Orang-Orang Terdekat Rasulullah SAW

Jamaah haji saat berdoa di Makam Baqi (foto: Saifulloh/Okezone)

Jamaah haji saat berdoa di Makam Baqi (foto: Saifulloh/Okezone)

MADINAH - Tanah luas berhektar-hektar itu terhampar tak jauh dari Masjid Nabawi, tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan. Di sana hanya terdapat gundukan tanah berlapis kerikil dengan pusara sederhana dari batu. Tanpa nama dan tanpa penunjuk apa pun. Sepanjang mata memandang, semua nyaris sama.

Padahal di tempat ini, Makam Baqi, orang-orang terdekat Nabi Muhammad SAW dimakamkan. Mulai dari para istri beliau seperti Aisyah, Hafsah dan Saudah; putri Nabi, Fatimah Az Zahra; cucu Nabi, Hasan bin Ali; khalifah Utsman bin Affan; ibu sepersusuan Nabi, Halimatus Sa'diyah; paman Nabi, Abdul Muthalib, para sahabat, serta para pejuang perang pembela tegaknya agama Islam.

 

Nabi Muhammad SAW sendiri semasa hidupnya juga sering berziarah ke makam ini, beruluk salam dan mendoakan para ahli Baqi. Kini, tiap hari ribuan umat muslim terutama saat musim haji berziarah ke Makam Baqi mengikuti sunnahnya.

"Di dalam pemakaman Baqi ada lebih dari 10 ribu kuburan sahabat Nabi, namun tidak diketahui satupun kuburan mereka secara pasti. Demikian pula kuburan para tabi'in, karena mereka berpegang teguh dengan tuntunan Rasulullah untuk tidak membeda-bedakan kuburan," ujar salah seorang petugas penerangan di Makam Baqi yang menolak menyebutkan identitasnya.

Selain petugas berseragam askar, sejumlah lelaki berjubah putih juga standby di beberapa titik di dalam Makam Baqi.

 

Mereka memberikan pemahaman terhadap para peziarah tentang adab berziarah sesuai tuntunan Nabi. Para lelaki berjubah ini mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa.

"Karena ada beberapa orang yang mengabaikan adab berziarah seperti mengambil batu dari kuburan, kami memberi pemahaman bahwa tindakan tersebut dilarang," tuturnya.

Tak hanya para petugas yang diberi mandat untuk mengedukasi para peziarah, papan-papan berukuran besar juga terpasang di berbagai sudut Makam Baqi. Isinya, panduan berziarah serta larangan yang berkaitan dengan kuburan dalam berbagai bahasa. Di antaranya, larangan mencari berkah dengan mengambil tanah dan batu dari pemakaman, melempar biji-bijian atau bunga, ataupun menyiramkan minyak wangi. Itu semua perbuatan bid'ah.

Salah seorang peziarah, KH Muhammad Yusuf Affandi dari Pesantren Darul Hikmah Lamongan, menyatakan sengaja mengajak 94 jamaahnya berziarah ke Makam Baqi karena hal ini merupakan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

"Ini makam para auliya, setidaknya kita harus paham dari sejarah yang kita baca sejak kita kecil, orang Islam harus paham sejarah karena itu mata rantai ilmu, pendidikan, pengalaman. Yang paling utama untuk tadzkirah momen-momen melihat kuburan kita harus instropeksi, besok seperti ini, biar kita lebih menambah takwa kita kepada Allah, iman kita kepada Allah dan benar dalam ibadah," kata KH Muhammad Yusuf.

 

Dia sepakat dengan kehadiran para petugas yang mengedukasi para peziarah. Termasuk pemasangan papan-papan berisi panduan berziarah.

"Betul itu, sebab yang ke sini majemuk dari berbagai orang yang punya paham berbeda, apalagi akhir-akhir ini mitos itu selalu ada, tapi kalau menghilangkan sejarah itu yang saya tidak setuju," ulasnya.

Makam Baqi hanya dibuka pada pagi dan sore hari. Di luar jam-jam tersebut, pemakaman umum ini tertutup untuk umum. Hanya ratusan burung merpati yang bebas berkeliaran di makam ini, mencari rizki Tuhan dan sesekali hinggap di atas nisan, tempat beristirahat sementara para pejuang Islam.

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x