Image

Ketika Jamaah Haji Paruh Baya Minta Dimanja Suami di Tanah Suci

BANDAR LAMPUNG - Menjadi tim medis jemaah haji, memberikan kesan bagi sejumlah dokter yang bertugas di tanah suci. Mulai dari pengalaman menegangkan dan inspiratif, turut mewarnai kisah Iput Retnosari.

Dokter jemaah haji asal Lampung Timur itu pun lalu menceritakan kala ia pusing hingga garuk-garuk kepala ketika menghadapi salah satu pasien. Memorinya pun tertuju ketika Iput bolak-balik sejak pagi ke ruang perawatan. Saat itu, salah satu jemaah, Sudati yang berusia sekira 60 tahun mengalami muntah-muntah dan tak kunjung sembuh.

"Satu minggu muntah-muntah terus. Waktu itu lagi di Mekkah, baru dua hari sampai kayaknya. Ibu itu nggak mau makan sama sekali," kenang Iput saat ditemui, Minggu (2/10/2016).

Mendapati seorang jamaah seperti itu, Iput dihinggapi kekhawatiran jika Sudati terkena penyakit berat. Bahkan, obat pun tidak mau diminum. Meski sudah dibujuk berulang kali agar kuat menunaikan ibadah haji, Sudati masih ngeyel.

Meski akhirnya pasiennya itu menyatakan mau meminum obat, kondisi isteri Sarkam (65) tersebut tetap tidak membaik. Sebaliknya, Sudati masih lemah dan muntah-muntah.

"Kami (tim medis) penasaran, kok obat-obat nggak ada yang bereaksi sama dia. Malahan, infus juga dimatiin," ujarnya.

Iput lalu berinisiatif untuk menemani Sudati. Terlebih lagi, ia curiga bahwa pasiennya itu tidak meminum obat yang diberikan dan hanya berpura-pura mengiyakan.

"Saya tungguin sampai jadwal minum obat berikutnya. Ternyata obatnya diumpetin di bawah bantal," sambungnya sembari tersenyum.

Setelah muslihatnya terbongkar, Sudati pun bersedia meminum obat. Namun harus tetap dibawah pengawasan dokter secara langsung. Meski demikian, Sudati tetap sakit dan membuat tim medis kembali garuk-garuk kepala.

"Obat sudah diminum. Tapi kok masih sakit. Padahal saya lihat sendiri dia minum obat," kata Iput.

Belakangan justru terungkap kesembuhan Sudati diperoleh sangat sederhana. Ia mengenang, tim medis pun dibuat tertawa geli saat mengetahui obat untuk perempuan paruh baya itu.

"Sembuhnya sama suaminya. Disuapin makan, eh langsung sembuh dan segar. Ternyata cuma mau dimanja sama suami," papar Iput yang kembali tersenyum.

Situasi seperti SUdati, kata Iput, banyak menjangkiti jamaah asal Indonesia yang sudah berumur. Sakit, lemas, muntah-muntah yang tak kunjung sembuh, bisa terobati dengan perlakuan manja sang suami.

"Banyak yang kayam gitu. Sakitnya nggak sembuh-sembuh. Sehatnya setelah dimanja sama suami. Haha, bikin mupeng aja," tandasnya yang tertawa geli. (sym)

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x