Image

Sudah Tak Ada Lagi Jamaah Haji Indonesia di Makkah

Foto: Mohammad Saifulloh/Okezone

Foto: Mohammad Saifulloh/Okezone

MAKKAH - Terhitung kemarin, seluruh jamaah haji asal Indonesia sudah tidak ada lagi di Makkah. Mayoritas sudah pulang ke Tanah Air dan sisanya secara bertahap telah didorong ke Madinah untuk melaksanakan ibadah Arbain.

Sebanyak enam kloter terakhir, kemarin telah diberangkatkan ke Madinah. Para jamaah ini nantinya berada di Madinah selama 8 sampai 9 hari untuk menjalani ibadah Arbain di Masjid Nabawi. Setelah itu, akan dipulangkan ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Berdasarkan data yang dirilis Seksi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan Daker Makkah, ke-6 kloter tersebut adalah sebagai berikut:

1. SOC 072, estimasi jumlah jamaah 360 orang, berangkat ke Madinah pukul 11.03 WAS;

2. SOC 073, estimasi jumlah jamaah 360 orang, berangkat ke Madinah pukul 17.00 WAS;

3. SOC 074, estimasi jumlah jamaah 304 orang, berangkat ke Madinah pukul 17.00 WAS;

4. SUB 064, estimasi jumlah jamaah 450 orang, berangkat ke Madinah pukul 17.00 WAS;

5. Kloter Gabungan BTJ 09 (70 orang), JKG 046 (137 orang), LOP 011 (56 orang), dan UPG 027 (154 orang) sehingga totalnya 417 orang, berangkat ke Madinah pukul 17.00 WAS;

6. LOP 010, estimasi jumlah jamaah 360 orang, berangkat ke Madinah pukul 19.00 WAS;

Pantauan di lapangan, situasi di Kota Makkah berangsur-angsur sepi seperti sediakala. Jalanan terlihat lancar dan aktivitas masyarakat kembali seperti semula. Anak-anak sekolah sudah mulai masuk kembali setelah libur panjang saat musim haji. "Ya seperti ini aslinya Kota Makkah, sepi," ujar Syamsul Arifin, salah seorang mukimin asal Bangkalan, Madura.

Hotel-hotel di berbagai sudut Kota Makkah yang biasanya penuh sesak dengan para jamaah haji, kini juga sudah kosong melompong. Hotel-hotel ini hanya berpenghuni saat musim haji. Begitu pula dengan deretan toko-toko dadakan yang menjamur di sekitar hotel-hotel pemondokan jamaah haji, semuanya sudah membubarkan diri.

Di kawasan Jamarat di Mina, nyaris tak ada aktivitas manusia. Denyut kehidupan hanya tampak dari lalu lalang kendaraan di jalanan utama. Kendati demikian, lampu-lampu baik di jalanan, hamparan tenda-tendamaupun di tempat melempar jumrah masih tetap menyala terang. Situasi serupa juga terpantau di Masjidil Haram. Kepadatan jamaah hanya terlihat di area tawaf saja. Sementara di area sai dan sudut-sudut masjid lainnya terpantau lenggang.

Maklum saja hingga kini 119.888 jamaah haji asal Indonesia telah menyelesaikan prosesi ibadahnya dan telah dipulangkan ke tanah air. Indonesia merupakan penyumbang jamaah haji terbesar ke tanah suci.

Kadaker Airport Jeddah-Madinah Nurul Badruttamam menjelaskan, jumlah jamaah yang sudah pulang di atas merupakan akumulasi kepulangan jamaah gelombang pertama dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah) yang dipungkasi pada Jumat, 30 September 2016.

Pada tahap kedua yang dimulai 1 Oktober lalu diterbangkan dari Bandara AMAA Madinah. Terakhir, per Rabu 5 Oktober 2016 pukul 10.00 WAS sebanyak 52 kloter yang mengangkut 21.048 orang jamaah. Sebagaimana diketahui, Indonesia tahun ini mendapat jatah kuota haji sebanyak 168.800 orang. Rinciannya, 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus.

(ris)
Live Streaming
Logo
breaking news x