HISTORIPEDIA: Pasukan Napoleon Terpaksa Mundur dari Moskow

Gambaran yang memperlihatkan Napoleon serta pasukannya tiba di Moskow dalam keadaan kota tersebut sudah terbakar (Foto: Poets & Princes)

Gambaran yang memperlihatkan Napoleon serta pasukannya tiba di Moskow dalam keadaan kota tersebut sudah terbakar (Foto: Poets & Princes)

SIAPA yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, ia merupakan sosok yang disanjung-sanjung pada eranya, tepatnya ketika Prancis sedang berada dalam kondisi kacau akibat perang revolusi. Selain menjadi pimpinan militer, ia juga menjadi kaisar Prancis serta mengobarkan berbagai perang di Eropa dan menjadikan namanya semakin harum

Namun, pada 19 Oktober 1812, pasukannya dihadapi dengan kenyataan berat ketika sedang menginvasi Rusia. Invasi Prancis ke Rusia dimulai pada 24 Juni 1812 ketika kebijakan luar negeri Napoleon ditolak oleh Tsar Alexander I.

Tidak kira-kira, Napoleon mengumpulkan lebih dari 500 ribu pasukannya dan mengirimkannya ke Negeri Beruang Merah. Pada bulan-bulan awal invasi itu, pasukan Napoleon menghadapi pasukan Rusia yang mendadak mundur.

Pasukan Rusia yang enggan menghadapi pasukan Napoleon yang masif menggodok sebuah rencana yang dicetuskan oleh Jenderal Mikhail Kutuzov. Kutuzov memerintahkan pasukannya untuk membakar banyak wilayah di Rusia dan hal itu diikuti oleh Gubernur Moskow, Feodor Rostopchin.

Pada 14 September 1812 ketika pasukan Napoleon tiba di Moskow yang mereka temukan hanya keadaan kota yang sudah dibumihanguskan. Padahal tujuan utama pasukan Prancis berada di Moskow adalah untuk menemukan pasokan makanan ataupun senjata.

Keesokan paginya, para pejuang Rusia menyulut beberapa titik api di Moskow yang menyebabkan tempat berlindung tentara Prancis di tengah ganasnya salju hangus terbakar. Setelah selama sebulan menunggu tentara Rusia menyerah dan hal itu tak kunjung datang, Napoleon memutuskan untuk menarik mundur pasukannya dari Kota Moskow.

(emj)
breaking news x