2 TAHUN JOKOWI-JK: Banyak Kebijakan Rugikan Guru

Foto: Okezone

Foto: Okezone

JAKARTA - Guru menjadi bagian terpenting dalam kemajuan pendidikan. Karena itu, sudah seharusnya guru mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Pengamat Pendidikan, Doni Koesoema, menuturkan dalam dua tahun kinerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla ini ada sejumlah kebijakan yang justru merugikan guru.

"Tidak ada peningkatan kompetensi yang signifikan selain kebijakan-kebijakan yang merugikan guru serta memperlakukan guru secara tidak adil," ungkapnya saat dihubungi Okezone, belum lama ini.

Menurut Doni, peraturan-peraturan yang ada juga tidak membuat para guru mendapatkan haknya. "Ada banyak aturan-aturan di mana guru seharusnya mendapatkan haknya tapi tidak diakomodasi," imbuhnya.

Salah satu kebijakannya adalah pada sertifikasi, di mana banyak guru tidak mendapatkan sertifikasi. "Padahal ada sekira 59 ribu guru yang selama empat tahun ini sertifikasinya tertunda," ujarnya.

Sementara itu, dalam hal kurikulum 2013 di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum merevisi kurikulum 2013. "Revisi fundamentalnya belum ada. Meskipun sudah ada Permendikbud yang baru, tapi isinya masih sama saja," katanya.

Doni menambahkan, kurikulum yang ada tidak ada perubahan. Yang berubah hanya pada penilaiannya saja yang dibuat lebih sederhana. "Penilaian pada kurikulum 2013 ini yang berubah jadi tidak merepotkan. Sementara lainnya belum ada," tambahnya.

(sus)
breaking news x