Kemdikbud Klaim Sosialisasi KIP Sudah Cukup

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Sosialisasi mengenai Kartu Indonesia Pintar (KIP) memang perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin paham mengenai fasilitas yang diberikan negara untuk memudahkan mereka mendapat pendidikan.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Hamid Muhammad menuturkan bahwa sosialisasi yang dilakukan sudah cukup.

"Ya sebenarnya kalau informasi soal KIP itu kan sudah cukup. Sudah ada edaran dari Mendagri juga kepada kepala daerah dan pastinya disampaikan ke camat dan kades dan lainnya," ungkapnya di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Menurut Hamid, persoalan sosialisasi KIP tak bisa digeneralisasi. Jika beberapa wilayah belum mengetahui KIP, bukan berarti seluruh wilayah tak tahu. "Jadi jangan ambil kesimpulan ada satu dua kasus tidak paham tentang KIP, berarti semuanya juga seperti itu," imbuhnya.

Hamid tidak memungkiri bahwa jarak masih menjadi salah satu kendalah utama dalam pembagian KIP tersebut. "Itu memang kendala, tapi kalau untuk wilayah yang normal itu semua sudah tahu," katanya.

Desember 2016 ini, anggaran KIP akan ditutup. Namun uang KIP yang belum tersalurkan kepada siswa tidak akan kembali ke kas negara. "Siswanya yang sudah mendaftar ke Dapodik maka mereka sudah berhak atas KIP, KKS, dan KPS," tambahnya.

(sus)
breaking news x