Selain Jarak, Ini Kendala Dalam Penyaluran Kartu Indonesia Pintar

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Jarak menjadi salah satu kendala yang perlu dihadapi dalam penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) terutama yang berada di wilayah 3T. Namun nyatanya, tidak hanya jarak, hal ini juga menjadi kendala lainnya dalam penyaluran KIP.

"Kan misalnya ditanyakan kenapa disalurkan 11 juta tapi siswa yang baru mengambil hanya 4,5 juta. Beberapa kendala diantaranya adalah pada kapasitas bank," ungkap Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Hamid Muhammad di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Hamid menuturkan, jumlah bank yang ada setiap harinya harus melayani ratusan siswa. "Kan ini diambil secara cash dan yang ditangani ini jumlahnya jutaan. Jadi kapasitas bank itu melayani sebanyak 100 orang namun kita maksimalkan sampai 200 orang. Padahal yang ditangani ini kan banyak, jadi harus antri juga," imbuhnya.

Selain itu, jarak dari sekolah menuju bank juga berbeda-beda. Karena banyak penerimanya berasal dari daerah 3T. "Ada yang harus jalan 10 sampai 15 kilometer. Dengan jarak tempuh yang berbeda-beda," katanya.

Karena itulah, terdapat dua jalan yang bisa dilakukan untuk mencarikan dana KIP terssebut. Pertama yakni dengan pengambilan kolektif oleh kepala sekolah.

"Jadi kepala sekolah datang ke bank dengan membawa daftar anak yang sudah di SK-kan untuk dicairkan. Cukup dengan membawa keterangan dari sekolah dan tidak ada tambahan lainnya. Tetap kepala sekolah bertanggungjawab untuk menyerahkannya kepada para siswa," ucapnya.

Adapaun cara lainnya yang sudah disediakan yakni dengan mendatangi melalui bus-bus bank. "Bus itu mendatangi siswa yang lokasinya berada di daerah yang sulit untuk dijangkau. Bahkan di Kepulauan Riau, Karimun, mereka pakai speedboat," tambahnya.

(sus)
breaking news x