facebook pixel

Meski Dijual Rp117 Jutaan, Renault Kwid Bukan Mobil LCGC

Renault tegaskan Kwid bukan mobil LCGC (Foto: Pius/Okezone)

Renault tegaskan Kwid bukan mobil LCGC (Foto: Pius/Okezone)

JAKARTA - Meluncur di Indonesia, mini crossover Renault Kwid menggunakan mesin 1,000 cc dengan banderol Rp117,7 juta on the road Jakarta. Jika dilihat dari harga jual dan mesin yang diusung, mobil ini bersaing ketat di segmen low cost green car (LCGC).

Namun Ario Soerjo, head of sales and marketing division PT Auto Euro Indonesia -agen pemegang merek (APM) mobil Renault di Indonesia- menyebut Kwid bukan mobil LCGC.

"Dengan senang hati kami bilang mobil ini bukan LCGC karena kami juga tidak ikut program itu. Kami hanya memberikan pilihan dan alternatif baru. Saya rasa enggak semua konsumen LCGC mau mesin 1.000 cc yang sama, ada yang ingin beda. Ada yang berpikir, Renault ini mobil Prancis dan mau coba," jelas Ario di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Ia menambahkan, untuk membuat produk LCGC ada regulasi yang harus diikuti dan pihaknya sulit mengikuti aturan tersebut. Pasalnya, Kwid tidak diproduksi di Indonesia melainkan didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU) dari India.

Pihaknya pun tidak menargetkan penjualan Kwid dalam jumlah besar di Indonesia, yakni hanya 800 unit per tahun.

"LCGC itu kan harus ada lokalisasi, lalu target penjualan. Kami saja targetnya cuma segitu. Itu kan target setahun sama seperti jualannya mobil LCGC sehari," tukas Ario.

Di Indonesia, Renault Kwid bersaing dengan jajaran model LCGC berkapasitas mesin 1.000 cc, yaitu Daihatsu Ayla, Toyota Agya, dan Suzuki Karimun Wagon R.

(ton)
​