facebook pixel

Ikuti Produsen Automotif, NASA Kembangkan Pesawat Bertenaga Listrik

Ilustrasi kantor NASA (Foto: Autoblog)

Ilustrasi kantor NASA (Foto: Autoblog)

FLORIDA - Teknologi tenaga listrik yang banyak dikembangkan produsen automotif saat ini, dalam waktu dekat akan diterapkan oleh NASA.

Bedanya, produsen automotif memanfaatkan motor bertenaga listrik sebagai mesin penggerak roda, sedangkan NASA akan memanfaatkan kinerja motor listrik untuk menghasilkan daya dorong pesawat.

Seperti dikutip dari Autoblog, Rabu (19/10/2016), pengembangan pesawat bertenaga listrik memang bukan yang pertama untuk NASA. Pengujian pertama akan dilakukan pada September 2017, di mana pesawat akan menggunakan sumber listrik berkekuatan 600 volt.

"Kami berharap pengembangan ini bisa menciptakan pesawat dengan bobot ringan dan efisien dalam penggunaan tenaga listrik," ungkap NASA Glenn's Technical Lead on Hybrid Gas Electric Propulsion, Dr Rodger Dyson.

Tujuan jangka pendek adalah untuk mengubah proyek pesawat listrik yang diberi nama NEAT menjadi pengujian yang dapat membangun sistem tenaga untuk pesawat penumpang yang dapat membawa penumpang berkapasitas besar. NASA menargetkan uji coba tanpa kecelakaan.

Langkah ke depan, lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut dapat menciptakan sistem tenaga 20 megawatt, yang memiliki kemampuan terbang layaknya pesawat berbahan bakar minyak bumi.

(ton)
​