Istri Presiden Assad Tolak Tawaran Tinggalkan Suriah

Istri Presiden Suriah Asma Assad (Foto: Reuters)

Istri Presiden Suriah Asma Assad (Foto: Reuters)

DAMASCUS -  Sejak dilanda perang sipil pada 2011 lalu, kondisi Suriah terbilang tidak stabil. Setiap hari terjadi ledakan, bom bunuh diri, dan sejumlah orang meninggal dunia. Hingga saat ini, ribuan warga Suriah dilaporkan telah mengungsi ke sejumlah negara termasuk negara-negara maju di Eropa.

Dalam sebuah wawancara, istri Presiden Suriah Asma Al Assad menceritakan bahwa ia memilih untuk tetap bertahan di tanah Suriah demi melanjutkan perjuangan bersama suaminya daripada kabur dan lari dari Suriah. Ia tidak peduli walaupun setiap hari gempuran kelompok pemberontak dan militan Suriah terus mengancam keselamatan ia dan keluarganya.   

Saat berbicara dengan salah satu media internasional, Asma Al Assad mengatakan ia pernah mendapat tawaran suaka dari sejumlah negara untuk pindah ke luar negeri dan pergi meninggalkan Suriah. Dengan demikian, keselamatan ia dan anak-anaknya dapat lebih terjamin. Namun, tawaran tersebut ditolak olehnya.

"Saya tidak pernah berpikir mencari tempat lain sama sekali. Benar bahwa saya pernah ditawari untuk kabur meninggalkan Suriah atau lebih tepatnya lari dari Suriah. Mereka akan menjamin keamanan dan perlindungan bagi anak-anak saya, dan bahkan kebutuhan finansial," ujar Asma saat diwawancarai, sebagaimana dilansir Channel News Asia, Rabu (19/10/2016).

Dalam pandangan Asma, ajakan tersebut merupakan sebuah jebakan terhadap dirinya. Sebab, kaburnya Asma ke negara lain dapat membuat kepercayaan masyarakat Suriah hancur terhadap kepemimpinan Presiden Bashar Al Assad.  

"Tidak perlu jenius untuk mengetahui apa yang dinginkan mereka setelah saya pergi meninggalkan Suriah. Ide tersebut bukan untuk menyelamatkan saya dan anak-anak. Itu adalah sebuah usaha yang disengaja untuk menghancurkan kepercayaan masyarakat (Suriah) terhadap presiden mereka," ujar perempuan berusia 41 tahun tersebut.

(FIK)
breaking news x