Satu Keluarga Tewas di Australia Diduga Keracunan Gas

Maria Lutz bersama kedua buah hatinya. (Foto: Facebook)

Maria Lutz bersama kedua buah hatinya. (Foto: Facebook)

SYDNEY – Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak yang menderita autisme tewas di dalam rumahnya. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian Maria Lutz (43), Fernando Manrique (44) dan kedua buah hati mereka, Elisa (11) dan Martin (10).

The Telegraph, Rabu (19/10/2016), menyebut kasus meninggalnya satu keluarga di Davidson, Sydney, Australia, awalnya tampak seperti pembunuhan atau bunuh diri. Namun setelah tak ditemukan luka mematikan pada tubuh mereka, polisi menduga kuat keluarga ini tewas karena menghirup asap beracun.

“Sementara koroner yang berhak menentukan penyebab kematian mereka, polisi terus mencari bukti terkait kemungkinan keluarga ini meninggal karena terpapar gas beracun di udara,” demikian laporan resmi kepolisian setempat.

Petugas menjelaskan, mereka sedang menelusuri kebocoran pipa gas di sekitar rumah untuk menguatkan hipotesa tersebut. Selain itu, polisi juga menunggu hasil uji racun dan postmortem dari rumah sakit setempat untuk memastikan penyebab kematiannya.

Kejadian ini diketahui polisi setelah pihak sekolah Elisa dan Martin melapor. Mereka khawatir karena Maria dan putra-putrinya tidak datang ke kelas atau berada di kantin pada Senin 17 Oktober.

Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan mendatangi rumah terlapor. Mereka menemukan Maria dan seorang anaknya dan Fernando berada di kamar lain bersama seorang anak lagi. Semua telah tergeletak tak bernyawa, termasuk seekor anjing peliharaan keluarga itu.

Mengenai kemungkinan bunuh diri, guru-guru di sekolah St Lucy di Wahroonga meyakinkan bahwa mereka adalah keluarga yang bahagia. Walaupun harus mengurus dua anak yang berkebutuhan khusus, tetapi Maria dan suaminya tidak pernah tampak kesulitan mengatasi masalah tersebut.

“Kita semua akan bergumul ketika memiliki anak berkebutuhan khusus. (Tetapi) Maria adalah ibu yang kuat. Dia tidak pernah memperlihatkan kesulitannya kepada kami,” terang Josie Gigliotti, salah satu orangtua teman sekelas Elisa.

Para tetangga yang sudah 10 tahun mengenal keluarga ini pun berpendapat sama. Bahkan sehari-hari mereka menyaksikan betapa harmonisnya mereka, bermain di halaman rumah dengan kedua anaknya.

(Sil)
breaking news x