Alasan Ekuador Putus Akses Internet Pendiri WikiLeaks

Akses internet Julian Assange di Kedutaan Besar Ekuador di Inggris dibatasi (Foto: Peter Nicholls/Reuters)

Akses internet Julian Assange di Kedutaan Besar Ekuador di Inggris dibatasi (Foto: Peter Nicholls/Reuters)

QUITO – Akses internet pendiri WikiLeaks Julian Assange di Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di Inggris diputus oleh Quito pada Sabtu 15 Oktober 2016. Ekuador beralasan, pria asal Australia itu menggunakan akses internet untuk menggangu pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana diberitakan, WikiLeaks membocorkan ribuan e-mail milik Ketua Tim Kampanye Hillary Clinton, John Podesta. Ribuan e-mail tersebut berisi sejumlah informasi sensitif. Atas pemutusan akses internet tersebut, Ekuador mengeluarkan pernyataan resminya.

“Pemerintah Ekuador menghormati prinsip non-intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain. Kami tidak ingin mencampuri proses pemilihan umum negara lain, begitu juga menyatakan dukungan kepada salah satu kandidat,” bunyi pernyataan resmi Ekuador, mengutip dari The Guardian, Rabu (19/10/2016).

“Ekuador menggunakan hak kedaulatannya untuk membatasi akses beberapa jaringan komunikasi privat Kedutaan Besar di Inggris untuk sementara waktu. Pembatasan ini tidak akan menghalangi organisasi WikiLeaks dalam melaksanakan aktivitas jurnalistik,” sambung pernyataan tersebut.

Julian Assange diketahui tinggal di Kedubes Ekuador di London selama empat tahun terakhir setelah berhasil mendapatkan suaka politik dari negara khatulistiwa tersebut. Suaka politik diberikan untuk melindungi pria berusia 41 tahun itu dari pengadilan bermotif politis atas aktivitasnya sebagai pemimpin redaksi WikiLeaks.

Meski begitu, Ekuador menjamin suaka politik yang diberikan kepada Assange tetap berlaku. Ekuador juga menegaskan komitmennya untuk mengamankan hidup serta integritas fisik Julian Assange hingga berhasil mendapatkan tempat berlindung yang aman.

(war)
breaking news x