Cegah Korupsi, Trump Akan Batasi Masa Jabatan Kongres

Donald Trump akan membatasi masa jabatan anggota kongres demi mencegah korupsi (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

Donald Trump akan membatasi masa jabatan anggota kongres demi mencegah korupsi (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

COLORADO – Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akan menggunakan kekuasaannya untuk membatasi masa jabatan seorang anggota kongres. Kebijakan tersebut merupakan upaya kandidat dari Partai Republik itu untuk mengurangi korupsi di Washington.

“Enam tahun untuk anggota DPR dan 12 tahun untuk anggota senat. Kolusi harus segera diakhiri. Ini saatnya untuk menyapu bersih korupsi dari Washington,” ujar Trump kepada para pendukungnya di Grand Junction, Colorado, seperti dimuat The Guardian, Rabu (19/10/2016).

Saat ini, anggota DPR AS memiliki masa jabatan selama dua tahun. Sementara anggota senat atau senator memiliki masa jabatan selama enam tahun. Namun, periode masa jabatan legislator maupun senator tidak dibatasi. Trump akan berupaya keras mendorong amandemen konstitusional demi membatasi masa jabatan tersebut.

Pria asal New York itu kembali menegaskan kecurigaannya bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) AS telah dicurangi. Trump meyakini hasil pilpres sudah diatur sedemikian rupa untuk memenangkan rivalnya Hillary Clinton. Pengusaha properti itu meminta agar pendukungnya mengawasi sejumlah kota dengan populasi keturunan Afrika terbesar untuk menghindari kecurangan.

“Mereka bahkan ingin mencurangi pemilihan di tempat pemungutan suara. Harap awasi Saint Louis, Philadelphia, dan Chicago. Jika tidak ada yang Anda lakukan pada 8 November 2016, harap awasi ketiga kota tersebut,” sambung Donald Trump.

Pria berusia 70 tahun itu berpendapat, media-media di Negeri Paman Sam telah sepakat untuk mendukung Hillary Clinton. Pendapat serupa dilontarkan istrinya, Melania Trump. Media-media AS disebutnya telah menjadi corong bagi istri Bill Clinton tersebut.

“Harus Anda ingat, media adalah kepanjangan tangan dari kampanye Hillary Clinton. Mereka meracuni pikiran masyarakat dengan menulis cerita yang salah. Lupakan media. Jangan membaca media mainstream,” tutup Donald Trump.

(war)
breaking news x