Jurnalis Perempuan Diperkosa Pengungsi Afghanistan di Calais

Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Shutterstock)

CALAIS – Seorang jurnalis perempuan diperkosa oleh tiga orang pria dewasa di dekat Kamp Calais, Prancis. Pelaku juga mengancam rekan korban yang berjenis kelamin laki-laki dengan menodongkan sebilah pisau.

Jaksa Pascal Marconville mengatakan, perempuan asal Afghanistan itu selama ini bekerja sebagai penerjemah bagi rekannya yang juga berprofesi sebagai jurnalis. Keduanya tengah merekam aktivitas anak-anak di Calais saat didekati oleh ketiga pelaku yang berasal dari Afghanistan.

“Pelaku lalu mencuri peralatan dan kamera mereka. Dua orang lalu menahan jurnalis itu dengan menodongkan pisau sementara pelaku ketiga memperkosa perempuan itu,” tutur Pascal Marconville, seperti dimuat Independent, Rabu (19/10/2016).

Korban yang berusia 38 tahun itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Dokter forensik mengonfirmasi bahwa ia adalah korban pemerkosaan dan sampel DNA telah diserahkan ke polisi untuk membantu memburu pelaku yang kini buron.

Kamp Calais sering juga disebut sebagai hutan. Sekira 10 ribu orang pengungsi asal Afghanistan, Afrika, dan Timur Tengah tinggal di tenda-tenda yang didirikan di kamp tersebut. Mereka ingin melintasi Selat Inggris menuju Inggris Raya untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Aksi kekerasan dan pelecehan seksual diyakini cukup sering terjadi di hutan Calais. Namun, kasus tersebut jarang dilaporkan kepada polisi karena kurangnya otoritas di wilayah tersebut.

Hutan Calais akan dibongkar oleh pemerintah Prancis dalam beberapa hari ke depan. Upaya oleh yayasan amal untuk membatalkan pembongkaran tersebut ditolak oleh pengadilan. Pembongkaran oleh pemerintah Prancis dianggap tidak mengabaikan kemanusiaan karena kondisi tempat penampungan tersebut sangat tidak manusiawi dan merendahkan martabat.

(war)
breaking news x