Mosul Digempur, Warga Sipil Khawatir Jadi Korban

Foto pasukan Peshmerga bergerak menuju Mosul (Foto: Reuters)

Foto pasukan Peshmerga bergerak menuju Mosul (Foto: Reuters)

MOSUL – Saat ini pasukan Irak dan Kurdi telah berhasil mengusir ISIS dari beberapa desa yang berada di dekat Mosul. Namun, muncul kekhawatiran bahwa warga sipil di Mosul khawatir ikut menjadi korban pada operasi pembebasan kota tersebut.

Pasukan Irak dan Kurdi melancarkan operasi pembebasan Mosul pada Senin 17 Oktober. Kelompok teroris ISIS menduduki kota tersebut selama lebih dari dua tahun dan saat ini menjadi jantung pertahanan terakhir mereka di Irak.

Militer Irak mengklaim berhasil mengontrol 11 desa yang berada di dekat Mosul serta telah menghancurkan 20 kendaraan yang hendak digunakan ISIS untuk serangan bunuh diri.

Media yang berafiliasi dengan ISIS mewartakan kelompok teroris tersebut melancarkan serangan balasan berupa dua serangan bom bunuh diri. Serangan di Shirqat yang berada di selatan Mosul itu disebut menewaskan 33 pejuang Syiah yang ikut dalam operasi pembebasan Mosul.

Sebagaimana dikutip dari NHK, Rabu (19/10/2016) seorang pria di Mosul yang tidak disebutkan namanya menceritakan kelompok ISIS kerap menakut-nakuti mereka dengan mengatakan bahwa militer Irak tanpa segan ikut menyerang warga sipil. Ia menambahkan, saat ini para warga di Mosul takut ikut menjadi korban.

Namun, pria itu memberi titik terang dengan menyebut mulai terjadi perlawanan di Mosul dari kaum muda. Para kaum muda di Mosul itu dilaporkan membakar kendaraan-kendaraan yang digunakan ISIS.

(emj)
breaking news x