Hillary Clinton Dituduh Mencuri Furnitur Kemlu AS

Kandidat Presiden AS Hillary Clinton dituduh mencuri furnitur milik Kementerian Luar Negeri (Foto: Lucy Nicholson/Reuters)

Kandidat Presiden AS Hillary Clinton dituduh mencuri furnitur milik Kementerian Luar Negeri (Foto: Lucy Nicholson/Reuters)

WASHINGTON – Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton, dituduh mencuri furnitur milik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk ditaruh di kediaman pribadinya. Fakta mengejutkan itu dibeberkan oleh seorang mantan agen keamanan.

“Di awal-awal jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri, Hillary bersama stafnya mengambil sejumlah lampu dan furnitur dari Kementerian Luar Negeri untuk kemudian dipindahkan ke rumahnya di Washington,” ujar agen yang namanya dirahasiakan tersebut, seperti dimuat New York Post, Rabu (19/10/2016).

Agen tersebut diketahui bekerja untuk Hillary Clinton di awal-awal masa jabatan sebagai Menlu pada 2009. Namun, tidak diketahui nasibnya setelah istri Bill Clinton itu dicopot akibat skandal e-mail pribadi.

Tuduhan tersebut masuk dalam 100 halaman catatan wawancara yang dikumpulkan Biro Investigasi AS, FBI, untuk menyelidiki ketidakmampuan Hillary Clinton menangani informasi yang bersifat rahasia. Agen tersebut tidak tahu apakah barang-barang yang dicuri keluarga Clinton telah dikembalikan kepada negara atau belum.

Mengutip dari Daily Mail, keluarga Clinton meninggalkan Gedung Putih usai Bill lengser sebagai Presiden dengan sejumlah besar furnitur dan barang-barang lainnya. Sejumlah benda mati tersebut pada akhirnya dikembalikan atau dibayar penuh oleh keluarga Clinton.

Secara total, mereka membawa barang-barang senilai USD190 ribu, setara Rp2,4 miliar. Akhirnya, keluarga Clinton membayar seharga USD86 ribu yaitu setara Rp1,1 miliar dan mengembalikan barang-barang Gedung Putih senilai USD48 ribu, setara Rp624,5 juta.

Kementerian Luar Negeri membantah tuduhan tersebut. Juru Bicara Kemlu AS, Mark Toner, menyatakan bahwa barang-barang tersebut adalah milik Hillary Clinton yang dibawa ke kantor. Hillary dipastikan tidak mengambil apa pun dari Kemlu AS ketika dicopot.

“Hillary tidak mengambil furnitur apa pun dari Kemlu atau properti pemerintah AS lainnya. Ia memang membawa sejumlah kecil barang dari kediamannya ke kantor dan dibawa kembali saat pergi. Inventaris barang dilakukan saat Hillary tiba dan pergi dari Kemlu. Tidak ada yang diambil,” ucap Toner.

(war)
breaking news x