Hamil Terlalu Muda Diduga Penyebab Kematian Pengantin Remaja Turki

Dery B, remaja Turki yang terjerat pernikahan dini. (Foto: Naira Neji News)

Dery B, remaja Turki yang terjerat pernikahan dini. (Foto: Naira Neji News)

MUKTI – Derya B naik ke pelaminan pada usia 14 tahun. Setahun kemudian ia hamil. Namun kandungannya bermasalah, ketika melahirkan dia menderita pendarahan otak parah dan akhirnya meninggal dunia.

Insiden ini mendapat sorotan dari komunitas internasional. Apalagi setelah lembaga amal Save The Children mempublikasikan temuannya soal bahaya pernikahan anak pekan lalu. Dalam jurnal berjudul ‘Every Last Girl: Free to Live, Free to Learn, Free from Harm’, pernikahan di bawah umur digolongkan kekerasan terekstrem terhadap hak asasi anak.

Itulah yang terjadi pada Derya. Dia dipaksa menikah dengan pria yang umurnya jauh lebih tua. Ketika hamil, tubuhnya diduga belum sanggup untuk melahirkan anak tersebut.

Pakar kandungan, Profesor MD Aydan Biri pun berpendapat sama. Ia menduga kuat Derya meninggal bukan karena komplikasi kandungannya, tetapi lebih karena usianya terlalu muda untuk melahirkan.

“Pengantin berusia anak-anak faktanya memang lebih berpotensi meninggal. Kehamilan dini beresiko mengalami tekanan darah tinggi dan gangguan kandungan lainnya. Sebab perkembangan fisik mereka belum selesai dan organ-organ reproduksinya juga belum sepenuhnya siap. Oleh karena itu, banyak dari pengantin di bawah umur ini yang meninggal saat melahirkan,” terangnya, seperti dikutip dari Metro, Rabu (19/10/2016).

NSN BC pada Februari 2016 mengungkap, sepertiga dari pernikahan yang berlangsung di Turki melibatkan anak di bawah umur. Dengan kata lain, sepertiga anak perempuan yang berusia di bawah 18 tahun di Turki telah menikah karena terpaksa dan berbagai faktor lainnya. Bahkan UNICEF mendaulat Turki sebagai negara dengan angka pernikahan anak tertinggi di Eropa.

Antara 2002-2014 tercatat, lebih dari 500 ribu anak perempuan sudah berumah tangga pada usia 16 dan 17. Sementara pada laki-laki jumlahnya lebih sedikit 20 kali lipat. Fenomena pernikahan anak terjadi di seluruh kawasan di Turki, tapi yang paling banyak ditemukan di timur dan tengah Anatolia.

Save The Children menyebut, negara yang secara masif menerapkan pernikahan anak adalah India. Negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia tersebut menorehkan 47 persen atau sekira 24,6 juta anak di bawah 18 tahun sudah dinikahkan.

(Sil)
breaking news x