OKI Sepakat Realisasikan Gagasan dari Jokowi

Tashkent, Uzbekistan menjadi tuan rumah Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri OKI ke-43 (Foto: Kementerian Luar Negeri Uzbekistan)

Tashkent, Uzbekistan menjadi tuan rumah Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri OKI ke-43 (Foto: Kementerian Luar Negeri Uzbekistan)

TASHKENT – Para Menteri Luar Negeri anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sepakat untuk mengesahkan resolusi pembentukkan Contact Group on Peace and Conflict Resolution (GC-PCR) pada hari kedua Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri ke-43 OKI di Tashken, Uzbekistan. GC-PCR merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2015.

Berdasarkan rilis yang diterima Okezone dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, Rabu (19/10/2016) CG-PCR diharapkan dapat dimanfaatnkan oleh anggota OKI untuk menyusun strategi dalam menghadapi permasalahan. Konteks masalah di sini adalah usaha untuk memerangi radikalisme, ekstremisme, terorisme serta berbagai konflik yang dihadapi oleh negara anggota OKI.

CG-PCR pertama kali digagas oleh Presiden Jokowi pada pertemuan Informal Gathering on Strengthening Solidarity and Cooperation in the Islamic pada 22 April 2015. Namun, realisasi dari gagasan Jokowi ini tidaklah mudah.

Pasalnya, pembentukkan CG-PCR tersebut dilakukan melalui proses pembahasan yang cukup panjang. Indonesia telah meyakinkan 55 anggota OKI lainnya bahwa CG-PCR tidak saja akan memberikan negara OKI forum untuk berbagi pengalaman dan strategi mengenai berbagai permasalahan politik dan keamanan di dunia Islam, namun juga dapat memberikan masukan bagi solusi yang bersifat fungsional.

"CG-PCR perlu dimanfaatkan sebagai forum untuk berbagi pengalaman, strategi serta pengetahuan dalam mencari solusi bersama bagi berbagai tantangan yang dihadapi umat muslim", tegas Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi pada pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri ke-43 OKI.

Selain mengesahkan Resolusi pendirian CG-PCR, Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri ke-43 juga telah mengesahkan 114 resolusi lain terkait isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Isu-isu yang dibahas termasuk mengenai Suriah, Irak, Afghanistan, Somalia, dan Yaman.

(emj)
breaking news x