Soal Hilangnya Dokumen TPF Munir, Menkopolhukam: Ditunggu Saja

Menkopolhukam Wiranto (Foto: Bayu Septianto/Okezone)

Menkopolhukam Wiranto (Foto: Bayu Septianto/Okezone)

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto enggan berkomentar banyak soal dokumen laporan Tim Pencari Fakta (TPF) atas kematian aktivis HAM Munir Said Thalib yang dinyatakan hilang dari Kementerian Sekretariat Negara.

Ditemui saat menghadiri Hari Ulang Tahun ke-7 Fraksi Partai Hanura DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016), Wiranto hanya berkomentar pemerintah tengah mencari keberadaan dokumen laporan TPF atas kematian aktivis HAM tersebut.

"Masa bolak-balik dijelasin tiap hari. Kan sudah ada proses pencariannya," kata Wiranto.

‎Ketua Umum Partai Hanura itu meminta masyarakat dan semua pihak untuk bersabar. Pasalnya, menurut Wiranto, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Jaksa Agung M Prasetyo menelusuri dokumen tersebut. "Ya ditunggu saja," tutur Wiranto.

Sebelumnya, Presiden Jokowi ‎memerintahkan Jaksa Agung M Prasetyo ‎untuk menelusuri keberadaan dokumen laporan TPF atas kematian aktivis HAM Munir Said Thalib. Menurutnya, Presiden Jokowi menginginkan kasus kematian Munir tuntas.

Hal tersebut menanggapi putusan hakim persidangan di Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memutuskan dokumen investigasi kasus Munir terbuka untuk publik. Investigasi itu dilakukan TPF yang dibentuk akhir 2004. Beberapa aktivis HAM terlibat dalam TPF yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Marsudi Hanafi.

Usai tim dibubarkan, hasil penyelidikannya diserahkan ke pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Juni 2005. Namun, hingga kini temuan itu tak pernah diungkap ke publik.

(erh)
breaking news x