Kapolri: Pelaku Pungli Belum Bisa Dipidana

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberi keterangan kepada wartawan (Antara)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberi keterangan kepada wartawan (Antara)

JAKARTA - Polri dipilih sebagai pemimpin (leading sector) dalam satgas sapu bersih pungutan liar atau 'Saber Pungli'. Selain membasmi praktik pungli di institusinya, polisi juga dituntut memberantas pungli di kementrian atau lembaga lainnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, satgas pungli tersebut dibentuk dalam rangka memberikan syok terapi di internal Polri. Namun, praktik pungli belum akan diberikan hukuman pidana, karena akan menimbulkan demoralisasi atau menurunkan moral.

"Kita ingin memperbaiki itu, kita bikin syok terapi di anggota-anggota ini. Syok terapi dulu secara bertahap, kalau kita langsung pidanakan semua itu nanti demoralisasi karena memang anggaran kurang," kata Tito di Gedung Bhayangkari Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2016).

Begitu juga halnya dengan pemberantasan praktik pungli di kementrian dan lembaga lainnya. Penegakan hukum yang diberikan juga dalam rangka syok terapi.

"Nah, yang di instansi-instansi pun kita sebetulnya melakukan penegakan hukum untuk berikan syok terapi, seperti di Kemenhub, itu masih banyak lagi yang lain, kita bikin syok terapi setelah itu kita serahkan ke instansi yang bersangkutan untuk memperbaiki sambil kita monitor," tukasnya.

Sejak Saber Pungli dibentuk, untuk internal Polri sendiri sudah ada 69 kasus yang melibatkan 85 personel berhasil diungkap.

 

(sal)
breaking news x