Gunakan Kursi Roda, Sugiharto Ditahan KPK

Sugiharto Ditahan KPK (Foto: Salsabila)

Sugiharto Ditahan KPK (Foto: Salsabila)

JAKARTA - Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sugiharto resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Pengacara Sugiharto, Susilo Aribowo menjelaskan, kliennya telah menjalani pemeriksaan. Hanya empat pertanyaan yang dilontarkan penyidik dan semuanya mengenai detail penganggaran proyek e-KTP.

"Tadi tidak banyak. Hanya empat pertanyaan, berkisar mengenai e-KTP ini anggaran dari mana, dari APBN. Kemudian ditanya soal kalau ada kerugian kemudian siapa yang rugi," kata Susilo di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Pantauan Okezone di lokasi, Sugiharto keluar dari Gedung KPK menggunakan kursi roda dan memakai rompi oranye tahanan KPK. Ia merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada 2011-2012.

Menurut Susilo, kliennya sedang menderita sakit di bagian otak. Ia pun keberatan terhadap penahanan yang dilakukan KPK. Meski begitu, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri masih bisa menjawab pertanyaan.

"Tadi rekam medis, toksoplasma. Ada kencing manis juga. Sangat ganggu penyakit di otak atau toksoplasma ini, karena kadang lost memory, kadang kolaps. Mampu (jawab), tetapi fisik karena sakit manusiawi, kami keberatan penahan ini. Tapi dari Pak Sugiharto mau kasus ini cepat selesai, sehingga beliau semangatnya tinggi, dan mau hadiri seluruh panggilan yang akan dilakukan KPK," ujarnya.

Sekadar informasi, Sugiharto ditahan di Rutan Guntur Pomdam Jaya Cabang KPK. Dirinya ditahan untuk 20 hari pertama. Dalam kasus e-KTP, KPK sudah sekira dua tahun lebih melakukan penyidikan kasus tersebut.

Saat ini, KPK terus melakukan pendalaman aliran dana kasus tersebut. Jumlah nilai proyek pengadaan e-KTP tahun 2011-2012 mencapai Rp6 triliun dengan kerugian negara diperkirakan sekira mencapai Rp1,12 triliun.

Hingga saat ini, lembaga antikorupsi ini baru menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut, yaitu Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.

Sugiharto dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Sugiharto diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara atas pengadaan proyek tersebut.

(Ari)
breaking news x