DPR Sayangkan Polemik Penunjukan Kapolda Banten

Polri (Foto: Ilustrasi)

Polri (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menolak dilantiknya mantan ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kombes Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Banten hanya karena yang bersangkutan non-muslim.

Hal tersebut disayangkan anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Menurutnya, persoalan isu suku, agama, ras antargolongan (SARA) sekarang sudah menyasar ke jabatan di institusi kepolisian. 

Sahroni mengatakan, penolakan tersebut dianggap tidak beralasan dan menunjukan kurangnya kedewasaan dalam menyikapi perkembangan kondisi kekinian Indonesia. Apalagi penunjukkan Listyo sudah melalui proses di internal Polri.

“Jangan jadikan agama sebagai tameng tidak dilantiknya Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Banten,” kata Sahroni di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Ia pun mendukung keputusan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menunjuk Kombes Listyo Sigit sebagai Kapolda Banten menggantikan Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri. "Saya rasa penunjukkan itu sudah tepat dan profesional, sesuai dengan kewenangan dan kapasitas beliau selaku Kapolri,” ujar Sahroni.

Sahroni meminta Kapolri tidak terbawa arus kelompok yang menyeret-nyeret agama ke pusaran politik. Ia juga meminta Jokowi sebagai kepala negara tidak boleh kalah melawan kelompok sipil intoleran.

“Saya tegaskan, bahwa bangsa Indonesia adalah negara plural (majemuk). Mari kita merawat kemajemukan ini demi tegaknya bangsa tercinta,” pungkasnya.

(Ari)
breaking news x