19 Tersangka Kasus Vaksin Palsu Segera Diadili di PN Bekasi

Polisi menggelar barang bukti vaksin palsu di Mabes Polri, Jakarta (Dara Purnama/Okezone)

Polisi menggelar barang bukti vaksin palsu di Mabes Polri, Jakarta (Dara Purnama/Okezone)

BEKASI – Bareskrim Polri sudah melimpahkan berkas kasus vaksin palsu beserta 19 tersangka kepada Kejaksaan Negeri Bekasi untuk didakwakan ke meja hijau. Jika berkas dakwaan selesai, perkara ini akan diadili di Pengadilan Negeri Bekasi.

“Kami sudah menerima berkasnya dan sudah P21 (lengkap). Bahkan, tersangka sudah dititipkan ke Lapas Bulak Kapal, Bekasi Timur," kata Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi, Didik Istiyanta, Rabu (19/10/2016).

Jaksa penuntut kini masih menyusun dakwaan setelah berkas kasus vaksin palsu diterima pada Selasa 18 September 2016. Sementara dakwaan disiapkan, 19 tersangka kini dititipkan di Lapas Bulak Kapal dan Rumah Tahanan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. "Untuk tahanan yang dititipkan di rutan khusus perempuan," ujarnya.

Bareskrim Mabes Polri membongkar jaringan vaksin palsu pada Juni 2016. Salah satu rumah yang digerebek adalah milik pasangan suami-istri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina di kompleks perumahan elit Kemang Pratama Regency, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Dari penggerebekan itu, penyidik menyita barang bukti berupa ribuan botol yang telah terisi cairan vaksin palsu. Sedangkan tersangka lainnya berasal dari perusahaan distributor obat dan sejumlah dokter yang terlibat dalam peredaran vaksin palsu tersebut.

(sal)
breaking news x