Mengintip Goresan Kekecewaan Selepas Penggusuran di Bukit Duri

Coretan dinding di bekas bangunan yang tergusur di Bukit Duri, Jakarta Selatan (Puteranegara/Okezone)

Coretan dinding di bekas bangunan yang tergusur di Bukit Duri, Jakarta Selatan (Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Sejumlah bangunan di Bukit Duri, Jakarta Selatan, sudah digusur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun, di antara sisa puing bangunan yang berserakan, masih terdapat goresan kekecewaan warga atas kebijakan tersebut.

Pantauan Okezone di lokasi, Rabu (19/10/2016), ada sejumlah coretan di dinding (cording) bekas bangunan yang tergusur di Bukit Duri. Tulisan itu berisi kecaman dan berbau satire.

Salah satunya adalah berbunyi "demi uang warga menjadi korban". Ada pula coretan "awas mafia musholla" kemudian "#Save Bukit Duri,".

Warga Bukit Duri sebelumnya menentang keras penggusuran dilakukan Pemprov DKI Jakarta terhadap permukimannya. Namun, warga tak berdaya karena pemerintah mengerahkan banyak aparat ke lokasi dan satu per satu bangunan di sana diratakan pada 28 September 2016.

Sekarang, sepanjang jalan itu hanya tersisa reruntuhan bangunan milik warga. Ada tiga alat berat terparkir di sana. Suasanya lengang, hanya beberapa orang yang melintas di daerah itu.

Bangunan yang tersisa adalah adalah Musala Al Saadah. Ini belum dibongkar karena belum adanya ganti rugi.

(sal)
breaking news x