"Jessica Tak Tahu Berterima Kasih"

JAKARTA - Di situ cuma ada saya, satu kain, celana pendek. Ada kecoa, kalajengking, lampu yang terang tidak bisa dimatikan. Kamar mandinya juga mengenaskan, kotor, bau, celah hanya ukuran kertas A4.

Hal itu disampaikan Jessica Kumala Wongso saat membacakan pleidoinya di persidangan, Rabu 28 September 2016.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, AKBP Barnabas membantah isi pleidoi dari terdakwa pembunuh Wayan Mirna Salihin tersebut.

Menurut Barnabas, Jessica tidak tahu berterima kasih telah diperlakukan baik selama berada di Rutan Polda Metro Jaya.

"‎Penangananan tahanan untuk Jessica kita lakukan sangat serius kok. Kalau dia (Jessica) mengatakan Rutannya kotor dan dapat intimidasi itu bohong. Jessica tidak tahu berterima kasih!" ‎tegas Barnabas saat dikonfirmasi, Rabu (19/10/2016).

Selama berada di Rutan Polda Metro, ujar Barnabas, alumnus Billy Blue College itu banyak menghabiskan waktu untuk membaca majalah. Selain itu, pihaknya juga tidak mempersoalkan seringnya Jessica diantarkan makanan oleh keluarganya.

"Dia banyak baca ya. Itu yang sama perhatikan. Kita kasih majalah yang ringan-ringan. Dia juga sering dibawain makanan sama keluarganya," ungkap Barnabas.

Barnabas menerangkan bahwa hampir setiap hari ‎Jessica dijunguk oleh keluarganya di ruangan 'mewah' yang ditunjukkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam episode ke-30 sidang kasus 'kopi maut bersianida'.

"Kalau keluarga menjenguk juga dibawa ke ruangan itu. Persisnya di depan ruangan itu, ada semacam lobi. Ada batas waktunya yang jelas dua hingga tiga jam besuknya dari pukul10.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Senin sampai dengan Kamis," terangnya.

"Saya ini ngasih keterangan itu jujur. Karena banyak dari perkataan Jessica yang telah menjatuhkan. Ini banyak yang enggak benar dan dipelintir enggak karuan. Di sini kita layani baik-baik dan selnya Jessica itu juga bersih," tandasnya.

(aky)
breaking news x