Tinggal di Gubuk Reot, Suhaemi Berjualan Rujak demi Menyambung Hidup

ilustrasi (Foto: Ist)

ilustrasi (Foto: Ist)

LEBAK - Suhaemi (52), warga Kampung Muncang, Desa Muncang, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, yang lumpuh sejak di bangku Sekolah Dasar (SD), terpaksa harus tinggal di sebuah gubuk reot bersama ibundanya, Eci (79).

Untuk menopang kehidupannya, Suhaemi yang memiliki seorang putra dengan keterbatasan fisik (difabel) terpaksa meneruskan usaha ibundanya untuk berjualan rujak.

”Sejak ibu saya tidak bisa jalan karena sudah uzur (berusia lanjut), terpaksa saya menggantikan posisi ibu jualan rujak hanya untuk bisa bertahan hidup. Jujur saja pak, hingga kini saya belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah, paling hanya itu saja beras untuk orang miskin (Raskin) yang hanya sebulan sekali,” ucap Suhaemi sebagaimana dikutip dari Kabar Banten, Rabu (19/10/2016).

Ia mengaku sama sekali tak berpikiran untuk menyalahkan siapapun atas kehidupan keluarganya itu. Karena itu, meskipun kondisi fisiknya kurang menunjang, Suhaemi lebih rela bekerja keras daripada menjadi beban orang lain.

”Harapan kami hanyalah bisa hidup layak, termasuk tinggal di tempat layak yang tidak selalu kebocoran. Kami belum pernah menerima bantuan untuk perbaikan rumah, bahkan kami juga tak memiliki kartu untuk berobat jika kami sakit. Mudah-mudahan saja ada yang bersedia memberikan bantuan modal agar kami bisa tetap berjualan demi memnghidupi seluruh keluarga,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disnakersos Lebak, Maman Suparman menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya keluarga yang hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih pada media atau siapapun yang memiliki kepedulian sosial dengan melaporkan kondisi sosial masyarakat Lebak. Insya Allah akan kami tindak lanjuti, karena sesungguhnya banyak program sosial kemasyarakatan yang dikucurkan pemerintah pusat maupun provinsi,” ujar Maman.

Sebagai langkah awal, lanjut Maman, pihaknya akan meminta pihak desa maupun kecamatan agar bisa berkoordinasi dengan para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di wilayah masing-masing, untuk melakukan pendataan dan bisa melaporkannya pada pemerintah.

(put)
breaking news x