Sindikat Narkoba 100 Ribu Pil Ekstasi Terancam Hukuman Mati

Ilustrasi Okezone

Ilustrasi Okezone

MEDAN - Dua orang pengedar narkoba jaringan internasional yang ditangkap pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kota Medan terancam hukuman mati.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, dua bandar narkoba tersebut yakni Abdul Manan (51) warga Aceh Tamiang, Irwan (33) warga Aceh Tamiang. "Para bandar narkoba kita jerat dengan pasal tentang darurat narkoba dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," jelas Irjen Arman Depari saat memaparkan hasil tangkapan di lokasi kejadian, Jalan TB Simatupang Medan.

Arman menambahkan, kedua tersangka bersama barang bukti narkoba akan di bawa ke Jakarta untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Total barang bukti yang berhasil disita dalam operasi tersebut yakni 100 ribu butir pil ekstasi, 50 ribu butir pil Happy Five, sabu sebanyak 38 kilogram dan uang tunai Rp12 juta.

"Semuanya ditemukan dalam mobil tersangka. Mereka ini merupakan bagian dari sindikat yang beberapa kali kita tangkap di Medan beberapa waktu lalu," pungkas Irjen Arman.

Sekadar diketahui, Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil mengungkap kasus narkoba dengan jumlah besar di kota Medan. Kali ini, sindikat narkoba jaringan internasional dengan tiga bandar yakni Jum (42) warga Aceh, IRL (33) asal Medan, dan ABM (51) asal Aceh ditangkap petugas pada Selasa 18 Oktober 2016 malam.

Jum tewas ditembak anggota BNN, sedangkan dua lainnya harus menjalani proses hukum. Penangkapan ini hasil kerja keras BNN dengan melibatkan anggota kepolisian, bea cukai, TNI, dan masyarakat.

(ulu)
breaking news x