Ibu & Anak Gadisnya Dihajar Tetangga yang Tak Takut pada Polisi

MEDAN - Mei Edliwati boru Sinaga (18) dan ibunya, Nurti boru Manulang (45) warga Desa Selambo, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan tetangganya.

Penganiayaan kedua wanita tersebut dilakukan oleh pria berinisial FP (41) di halaman rumah mereka. Karena perkelahian tak imbang, korban pun merasa keberatan, sehingga melapor ke Polsek Percut Sei Tuan.

Di kantor polisi, Mei mengaku, penganiayaan yang menimpanya berawal ketika ia sedang duduk di halaman rumahnya dan tiba-tiba didatangi pelaku FP yang langsung menghardiknya.

"Enggak tahu akau bang, tiba-tiba saja dia datang melabrakku sambil terus dia marah dan mengatakan kalau aku tak pantas cerita sama istrinya karena aku masih anak-anak," ucap Mei di kantor polisi, Rabu (19/10/2016).

Tak sampai di situ, Mei yang terus membalas ucapan tetangganya itu langsung diludahi dan ditampar oleh pelaku. "Lihat ini pipiku masih merah ditamparnya. Dia juga meludahi mukaku dan memaki-maki dengan ucapan kotor," bebernya dengan kesal.

Dampak cekcok itu pun sampai didengar tetangga lainnya, hingga ke telinga Nurti, ibu Mei. Nurti yang tak senang anaknya diperlakukan kasar oleh pelaku, berusaha membela. Namun, pembelaan korban malah jadi petaka.

"Dia langsung memukulku pakai sapu, sampai patah sapunya. Lalu diambilnya batu dan dilemparkannya hingga kena ke badanku," sambung, Nurti, sambil menunjukan bukti patahan sapu dan beberapa buah batu, yang digunakan pelaku dalam menganiaya dirinya.

Selain kedua korban, tiga orang tetangganya juga ikut datang ke kantor polisi guna mempersiapkan diri untuk menjadi saksi kedua korban yang terdiri dari ibu dan anak gadisnya itu.

"Bukan kami aja yang ngelihat bang, masih banyak lagi tetangga lain yang melihat si Mei ditampar dan di ludahi. Aku pun lihat ibu si Mei dipukul dan dilempar batu. Memang orang itu arogan kali," tutur, Aldi Silalahi (24) tetangga korban.

Dikatakannya lagi, jika pelaku dan istrinya yang berinisial, SS (36) juga turut memaki-maki kedua korban, dan menantang korban untuk melapor ke polisi.

"Sudah keterlaluan kali pelakunya. Istrinya pun gitu. Mereka enggak takut sama polisi, karena bapak si laki-laki dan bapak si perempuannya dari polisi, makanya saya mau datang juga," tukas Aldi.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato, mengakui prihal laporan korban dan mengatakan masih memproses perkaranya. "Setelah korbannya buat laporan, akan kita proses," kata Kompol Lesman.

(aky)
breaking news x