Marak Praktik Pungli, Ngadiyono Gelar Aksi Solo

Ngadiyono saat melakukan aksi solo sikapi dugaan maraknya praktik pungli di Bantul (Foto: Yuwono/Sindoradio)

Ngadiyono saat melakukan aksi solo sikapi dugaan maraknya praktik pungli di Bantul (Foto: Yuwono/Sindoradio)

YOGYAKARTA - Prihatin terhadap dugaan maraknya praktik pungli di wilayah Bantul, Yogyakarta, seorang pensiunan PNS menggelar aksi seorang diri. Ia berharap, masyarakat bergerak memberantas pungli yang sudah masif terjadi di kotanya.

Ngadiyono merupakan pensiunan PNS Satpol PP Pemkab Bantul. Ia melakukan aksi unik seorang diri dengan menaruh spanduk di mobilnya yang diparkir di depan halaman Pemkab Bantul dan diberi tulisan 'Bro Di Bantul Ada Tidak Pungli? Banyak Mas! *Pecat* PNS Pungli'.

Ia menagih janji Bupati Suharsono dan Wakilnya Abdul Halim Muslih yang berjanji saat kampanye membawa perubahan di Kabupaten Bantul, salah satunya dengan membersihkan pungli dan korupsi.

"Saya melakukan aksi sendiri ini untuk menagih janji Pak Harsono-Halim untuk membersihkan oknum-oknum PNS hingga pejabat yang melakukan pungli dan menerima uang pungli," tandas Ngadiyono Rabu (19/10/2016).

Pensiunan PNS yang pernah bekerja di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bantul itu juga menuding bahwa selama ini banyak praktik pungli yang terjadi di dinas PU, perijinan,dan BPN. "Bagaimana rakyat akan mendapatkan kesejahteraan ketika praktik pungli terus berlangsung,"katanya.

Salah seorang investor perumahan bersubsidi di Bantul, yang enggan disebutkan namanya, mengakui jika mengurus izin cukup rumit. Ia mengaku mengurus perumahan dengan luas lahan sekitar dua hektar untuk dua ratus rumah bersubsidi harus mengeluarkan uang sekitar Rp700 juta. "Cukup rumit dan mahal, mulai dari BPN, PU dan dinas perizinan," katanya yang kebetulan lewat di lokasi.

Ia mengatakan, untuk mengurus persyaratan hingga mendapatkan IMB tidak semua uang yang dikeluarkan mendapatkan kuitansi. Sehingga ia meyakini jika itu praktik pungli. "Ada petugas yang memaksa kalau tidak diberi uangnya maka izin tidak keluar," serunya.

(ulu)
breaking news x