Pemerintah Diminta Tidak Mempermudah Masuknya Pekerja Asing

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Dok Okezone)

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Dok Okezone)

SURABAYA - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo, meminta pemerintah tidak mempermudah masuknya pekerja asing ke Indonesia agar lapangan pekerjaan tidak semakin sulit.

"Kalau pemerintah bijak untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat jangan pekerja asing dengan mudah masuk ke sini, kecuali yang memiliki skill dan keterampilan," ungkap Hary Tanoe, Rabu (19/10/2016).

Menurut Hary Tanoe, saat ini justru yang terjadi adalah banyaknya pekerja asing yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia, sehingga mereka menambah persaingan dalam memperoleh pekerjaan.

"Kalau sekarang pekerja asing berbondong-bondong, sudah lapangan pekerjaannya sedikit, diadu lagi," imbuh CEO MNC Grup tersebut.

Dikatakan Hary Tanoe, hal itu merupakan konsekuensi dari kapitalisme. Bahkan menurutnya, Indonesia sudah terjebak dan masuk dalam kapitalisme. Dampaknya, masyarakat semakin sulit untuk maju.

"Kita sudah punya niat maju, tapi kesempatan tidak ada malah diadu sana sini, ya bagaimana caranya kita bisa maju," tambahnya.

Hal itu pula yang menjadi alasan CEO MNC Grup tersebut mendirikan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dengan tujuan untuk bisa mengakomodasi kepentingan masyarakat, terutama dalam memepersiapkan lapangan pekerjaan.

"Konsekuensinya kita harus menjadi partai yang besar. Ini penting, kalau Partai Perindo tidak besar, percuma, ini hanya jadi wacana. Dan wacana itu hanya angan-angan," tegasnya.

(ulu)
breaking news x