Mahasiswa Unnes Tolak Penggunaan Seragam Kampus

Foto: Dok Unnes

Foto: Dok Unnes

SEMARANG - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jawa Tengah menolak pemberlakuan seragam di kampus. Menurut mereka penyeragaman di kampus tak lazim karena universitas dianggap tempat yang bebas untuk berekspresi.

"Ada yang suka rapi dan banyak pula yang ingin pakaian santai, dan sebagainya. Susah untuk diseragamkan. Lagi pula belum tentu pakaian yang seragam akan lebih bermakna dan diterima baik di kalangan mahasiswa," ujar Ketua BEM Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Gregorius Bagas Ariyanto, kepada Okezone, Rabu (19/10/2016).

Dia juga menyatakan aturan pakaian seragam bagi mahasiswa angkatan 2016 itu belum disosialisasikan dengan baik. Masih banyak civitas akademika di kampus yang berlokasi di Sekaran, Gunungpati, Semarang, belum mengetahuinya.

"Terlebih lagi, banyak sekali dosen di Unnes bahkan belum mengetahui peraturan tersebut (penggunaan pakaian seragam di kampus)," tukasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pusat Humas Unnes, Hendi Pratama, mengatakan, hanya sebagian mahasiswa yang masih mempertanyakan penerapan seragam bagi mahasiswa baru angkatan 2016. Mereka dinilai belum mengetahui urgensi dan manfaat dari penerapan seragam.

"Reaksi tersebut wajar karena peraturan baru tentu butuh waktu untuk peralihan. Seragam memiliki makna positif secara intrinsik. Oleh karena itu sebagai universitas yang dulunya adalah institut keguruan, seragam merupakan bentuk kebanggaan kita pada institusi dan para pendahulu kita," lugasnya.

Dia juga menolak anggapan penggunaan seragam mengekang kebebasan berekspresi mahasiswa.

"Pengekangan pikiran itu ada di dalam jiwa bukan pada raga. Mengapa begitu takut terkekang pikir hanya karena selembar kain. Apalagi selembar kain itu membantu kita untuk fokus pada apa yang sedang kita lakukan," tandasnya.

(sus)
breaking news x