Perguruan Tinggi Rusia Lirik Teknologi Maritim ITS

Foto: Dok ITS

Foto: Dok ITS

JAKARTA - Terhalang jarak yang jauh tak menghalangi hubungan bilateral antara Indonesia dengan Rusia. Duta Besar Indonesia untuk Rusia, M Wahid Supriyadi mengatakan, sayangnya kerjasama dua negara masih fokus pada bidang politik dan ekonomi. Sedangkan di bidang pendidikan jumlahnya masih sedikit.

Dalam kunjungannya ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Wahid berdialog dengan Rektor ITS, Prof Joni Hermana untuk membahas peluang kerjasama. Menurut dia, kampus di Rusia bahkan sudah ada yang melirik perkembangan teknologi di ITS.

"Saat ini sudah ada perguruan tinggi di Rusia yang tertarik dengan majunya kemaritiman dan teknik perkapalan di ITS," ujarnya dinukil dari laman ITS, Rabu (19/10/2016).

Salah satu kampus tersebut, tutur Wahid, yakni Vladivostok State University Economics and Service (VSUES). Bahkan, VSUES sudah terang-terangan ingin menjalin kerjasama. Hal ini disebabkan lantaran secara potensi, Surabaya dan Vladivostok sama-sama merupakan kota pelabuhan.

"Bisa saja ke depan ada kerjasama. Karena yang saya tahu VSUES juga terkenal unggul dalam bilang konstruksi kapalnya," ucapnya.

Dia menambahkan, kampus lain di Rusia juga berpotensi menjalin kerjasama dengan ITS. Wahid berharap, ke depan mahasiswa ITS atau Rusia bisa saling bertukar pengalaman dengan cara melakukan pertukaran pelajar, joint research, kunjungan profesor, atau double degree.

"Bisa jadi nanti juga ada kerjasama di bidang teknologi industri. Apalagi melihat ITS sudah berhasil merilis motor listrik Gesits," tukasnya.

(sus)
breaking news x